Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waskita Catat Pendapatan Naik 54%, Tapi Rugi Tetap Membengkak di Semester Pertama 2026

Waskita Karya mencatat kenaikan pendapatan 53,73% pada sembilan bulan pertama 2026, namun tetap rugi bersih Rp2,87 triliun akibat beban membengkak dan ekuitas negatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 218x dibuka
Waskita Catat Pendapatan Naik 54%, Tapi Rugi Tetap Membengkak di Semester Pertama 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan pendapatan Waskita Karya (WSKT) pada periode Januari–September 2026 mencapai 53,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total pendapatan usaha mencapai Rp8,13 triliun. Kenaikan ini didorong dominan oleh kontribusi segmen jasa konstruksi yang melonjak 71,46% menjadi Rp6,45 triliun, disusul pertumbuhan pendapatan jalan tol sebesar 14,93% menjadi Rp987,74 miliar. Kementerian Pekerjaan Umum tetap menjadi klien utama dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp3,91 triliun, naik empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski pendapatan melonjak, laba kotor perseroan justru turun 2,09% menjadi Rp959,44 miliar karena beban pokok pendapatan membengkak menjadi Rp7,17 triliun dari Rp4,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Akibatnya, margin laba kotor menurun menjadi 11,81%, jauh di bawah 18,54% pada semester pertama 2025. Beban keuangan tetap menjadi beban utama dengan posisi Rp2,79 triliun, hampir tak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara kerugian dari entitas asosiasi dan ventura mencapai Rp149,41 miliar.

Dari sisi neraca, total aset Waskita tercatat Rp73,07 triliun pada 30 September 2026, naik 3,30% dari akhir 2025, namun total liabilitas meningkat 7,41% menjadi Rp72,03 triliun. Hal ini menyebabkan ekuitas perseroan anjlok 71,71% menjadi Rp1,04 triliun, dengan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat negatif sebesar Rp3,34 triliun, memburuk dari posisi negatif Rp1,03 triliun pada akhir 2025. Arus kas operasi masih negatif sebesar Rp1,14 triliun, sementara arus kas investasi menyerap Rp1,17 triliun.

Manajemen Waskita menyatakan bahwa akumulasi defisit kumulatif telah mencapai Rp20,80 triliun, dengan liabilitas jangka pendek yang melebihi aset lancar sebesar Rp12,48 triliun. Untuk menstabilkan kondisi keuangan, perseroan menjalankan delapan inisiatif utama, termasuk divestasi bertahap aset tol, pemanfaatan penjaminan pemerintah, serta restrukturisasi utang melalui Master Restructuring Agreement (MRA). Pembayaran Tranche A dan B telah dilakukan, menyisakan pokok utang sebesar Rp2,154 triliun dan Rp21,736 triliun masing-masing.

Restrukturisasi obligasi PUB III Tahap IV Tahun 2019 telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 3 September 2026, sehingga seluruh proses restrukturisasi obligasi non-penjaminan yang terkait dengan empat Perjanjian Wali Amanat telah selesai. Fasilitas Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) tercatat sebesar Rp5,06 triliun, sementara klaim penjaminan atas Obligasi III Tahun 2021 sebesar Rp722 miliar telah diajukan pada 25 September 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya