Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waskita Karya Resmi Perpanjang Tenor Obligasi, Fokus Pulihkan Kinerja Operasional

RUPO disetujui, Waskita Karya perpanjang tenor obligasi dan tancapkan komitmen perbaikan struktur keuangan serta kembali ke core business kontraktor murni.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Waskita Karya Resmi Perpanjang Tenor Obligasi, Fokus Pulihkan Kinerja Operasional
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang digelar pada 3 September 2026 telah menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk perpanjangan jangka waktu pelunasan. Keputusan ini menjadi langkah krusial dalam proses pemulihan finansial perusahaan, sekaligus membuka peluang besar terhadap penghentian sementara (suspensi) saham WSKT di pasar modal. Perseroan menegaskan kesiapan untuk memenuhi semua kewajiban sesuai regulasi yang berlaku.

Peningkatan kinerja keuangan terus tercatat secara signifikan. Hingga semester pertama 2026, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp4,92 triliun, meningkat 58,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas produksi proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum. Capaian ini menjadi bukti bahwa restrukturisasi finansial berjalan selaras dengan pemulihan operasional perusahaan.

Sejak akhir 2023, Waskita Karya berhasil menurunkan beban utang sebesar 20,8%, dari Rp84 triliun menjadi Rp66,5 triliun. Utang vendor yang sempat menumpuk di 2022 pun berhasil ditekan hingga 97,1%, turun dari Rp2,13 triliun menjadi hanya Rp48 miliar pada semester I-2026. Seluruh kewajiban pajak past due juga telah diselesaikan 100% per 2024, sehingga tidak lagi memiliki kewajiban pajak tertunda. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kepatuhan dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.

Pada semester pertama 2026, nilai kontrak baru (NKB) yang berhasil diraih mencapai Rp5,1 triliun, didominasi proyek konektivitas (45,6%) dan infrastruktur air (21,7%). Perusahaan memilih proyek secara selektif, menghindari skema turnkey dan investasi, serta memprioritaskan kontrak berbasis pembayaran bulanan dan memiliki uang muka. Hal ini sebagai bagian dari strategi manajemen risiko yang konsisten.

Di masa depan, Waskita Karya menegaskan fokus kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni. Perusahaan terus menjalin komunikasi strategis dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pengelola investasi negara, yang diharapkan dapat memberikan arahan baru dalam optimalisasi aset tol dan mendukung konsolidasi BUMN Konstruksi. Direktur Keuangan Wiwi Suprihatno menegaskan optimisme bahwa seluruh langkah strategis akan memperkuat daya saing dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya