Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wilayah Sulawesi Tenggara Terancam Kekeringan Akibat El Nino

BMKG memetakan 14 kabupaten di Sulawesi Tenggara berisiko mengalami kekeringan akibat dampak El Nino, dengan fokus pada daerah rawan krisis air bersih dan pertanian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wilayah Sulawesi Tenggara Terancam Kekeringan Akibat El Nino
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - BMKG telah mengidentifikasi 14 kabupaten di Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino yang sedang berlangsung. Daerah-daerah tersebut tersebar di wilayah pesisir dan pegunungan, dengan tingkat risiko tinggi terhadap penurunan curah hujan dan ketersediaan air tanah. Kondisi ini diperparah oleh siklus musim kemarau yang lebih panjang dan intensitas hujan yang menurun secara signifikan sejak awal tahun.

Berdasarkan pemantauan, empat kabupaten di antaranya—Buton, Muna, Konawe, dan Kolaka—diprediksi mengalami dampak paling parah, terutama di sektor pertanian dan kebutuhan air bersih. Petani di wilayah tersebut telah melaporkan penurunan produktivitas tanaman pangan akibat tanah kering dan keterlambatan masa tanam. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton menyatakan bahwa sekitar 3.500 hektar lahan pertanian terancam gagal panen jika tidak ada intervensi cepat.

BMKG menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah, termasuk penyaluran air dari reservoir, pembangunan sumur bor, dan sosialisasi pengelolaan air secara efisien kepada masyarakat. Koordinasi antarinstansi dinilai krusial untuk mencegah krisis air bersih, terutama di desa-desa terpencil yang minim akses infrastruktur.

Tujuan utama pemetaan ini adalah memberikan dasar kebijakan bagi pemerintah daerah dalam merancang respons krisis yang tepat sasaran. Dengan data yang akurat, langkah mitigasi bisa dilakukan lebih awal, meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. BMKG tetap memantau perkembangan El Nino secara berkala dan akan memperbarui peta risiko sesuai kondisi aktual.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya