Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WNA Sri Lanka Gagal Selundupkan 101 Burung dari Soetta

Petugas gabungan menggagalkan upaya penyelundupan 101 ekor burung dari Bandara Soekarno-Hatta, termasuk dua jenis dilindungi, oleh warga negara asing asal Sri Lanka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
WNA Sri Lanka Gagal Selundupkan 101 Burung dari Soetta
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Petugas dari Aviation Security, Bea Cukai, dan Badan Karantina Indonesia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ekor burung melalui Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelaku, seorang warga negara asing berkebangsaan Sri Lanka dengan inisial NRRW, diduga berencana membawa satwa-satwa tersebut secara ilegal ke negaranya melalui jalur penerbangan internasional.

Barang bukti yang ditemukan berjumlah 101 ekor burung, yang dikemas dalam 15 koli kardus dan disembunyikan di dalam koper penumpang. Penyelundupan ini terungkap setelah proses pemeriksaan rutin di area keberangkatan internasional, menunjukkan keberadaan satwa yang tidak dilengkapi dokumen resmi kekarantinaan dan izin perdagangan.

Berdasarkan identifikasi awal, burung-burung tersebut terdiri dari berbagai spesies endemik Indonesia, seperti Murai Papua, Sepah Gunung, Pipit & Parkit, Sempur Hujan Sungai dan Darat, Pleci, Sepah Raja, serta Perkici. Dua di antaranya—Sepah Raja dan Perkici—dinyatakan masuk kategori satwa dilindungi berdasarkan peraturan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.

Kini, semua burung yang berhasil diselamatkan sedang menjalani serangkaian prosedur standar, termasuk pendataan, pemeriksaan kesehatan, verifikasi jenis, dan identifikasi dokumen. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menentukan status hukum dan rencana rehabilitasi satwa sesuai ketentuan perundang-undangan.

Upaya pencegahan penyelundupan satwa liar terus diperkuat melalui sinergi antarinstansi terkait, terutama di titik-titik strategis seperti bandara. Keberhasilan penindakan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah eksploitasi ilegal terhadap spesies langka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya