Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Yenny Wahid Soroti Stabilitas dan Demokrasi Era SBY

Cendekiawan NU Yenny Wahid menilai era SBY berhasil menjaga stabilitas politik tanpa mengorbankan fungsi demokrasi, dengan netralitas aparatur dan komitmen kuat terhadap prinsip demokrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 07.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Yenny Wahid Soroti Stabilitas dan Demokrasi Era SBY
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Yenny Wahid, tokoh cendekiawan dari Nahdlatul Ulama, menegaskan bahwa masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi periode penting dalam sejarah konsolidasi demokrasi Indonesia. Ia menilai, keberhasilan pemerintahan SBY terletak pada keseimbangan antara menjaga stabilitas politik dan memastikan demokrasi tetap berjalan secara utuh. Menurutnya, kedua aspek ini tidak saling bertentangan, melainkan berjalan beriringan sebagai fondasi kuat bagi keberlangsungan sistem demokrasi pasca-Reformasi.

Dalam kesempatan sarasehan 25 tahun Partai Demokrat di Jakarta, Yenny mengungkapkan bahwa komitmen terhadap prinsip demokrasi tercermin dari keberhasilan menjaga netralitas institusi negara. Ia menekankan bahwa aparatur negara tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, serta tidak terjadi politisasi terhadap lembaga kekuasaan. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa stabilitas yang tercipta tidak berasal dari pengendalian otoriter, melainkan dari kedisiplinan dan kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai demokrasi.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tengah proses transisi yang masih berlangsung pada era tersebut. Indonesia, lanjut Yenny, sedang dalam tahap merekonstruksi kelembagaan pemerintahan pasca-Orde Baru, sehingga tuntutan terhadap pemerintah bukan hanya efektivitas, tetapi juga akuntabilitas dan konsistensi dalam menjalankan sistem demokrasi. Kepemimpinan SBY, menurutnya, menjadi contoh bahwa stabilitas bisa diwujudkan tanpa mengorbankan kebebasan dan keadilan.

Dengan pengalaman sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik pada masa SBY, Yenny menilai bahwa keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kesadaran strategis dan komitmen politik tinggi. Ia menegaskan bahwa tidak ada upaya mengaburkan fungsi demokrasi demi kestabilan, melainkan upaya memperkuat demokrasi melalui stabilitas yang berbasis aturan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya