Yenny Wahid Soroti Stabilitas dan Demokrasi Era SBY
Cendekiawan NU Yenny Wahid menilai era SBY berhasil menjaga stabilitas politik tanpa mengorbankan fungsi demokrasi, dengan netralitas aparatur dan komitmen kuat terhadap prinsip demokrasi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 07.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Yenny Wahid, tokoh cendekiawan dari Nahdlatul Ulama, menegaskan bahwa masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi periode penting dalam sejarah konsolidasi demokrasi Indonesia. Ia menilai, keberhasilan pemerintahan SBY terletak pada keseimbangan antara menjaga stabilitas politik dan memastikan demokrasi tetap berjalan secara utuh. Menurutnya, kedua aspek ini tidak saling bertentangan, melainkan berjalan beriringan sebagai fondasi kuat bagi keberlangsungan sistem demokrasi pasca-Reformasi.
Dalam kesempatan sarasehan 25 tahun Partai Demokrat di Jakarta, Yenny mengungkapkan bahwa komitmen terhadap prinsip demokrasi tercermin dari keberhasilan menjaga netralitas institusi negara. Ia menekankan bahwa aparatur negara tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, serta tidak terjadi politisasi terhadap lembaga kekuasaan. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa stabilitas yang tercipta tidak berasal dari pengendalian otoriter, melainkan dari kedisiplinan dan kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai demokrasi.
Ia menyoroti pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tengah proses transisi yang masih berlangsung pada era tersebut. Indonesia, lanjut Yenny, sedang dalam tahap merekonstruksi kelembagaan pemerintahan pasca-Orde Baru, sehingga tuntutan terhadap pemerintah bukan hanya efektivitas, tetapi juga akuntabilitas dan konsistensi dalam menjalankan sistem demokrasi. Kepemimpinan SBY, menurutnya, menjadi contoh bahwa stabilitas bisa diwujudkan tanpa mengorbankan kebebasan dan keadilan.
Dengan pengalaman sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik pada masa SBY, Yenny menilai bahwa keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kesadaran strategis dan komitmen politik tinggi. Ia menegaskan bahwa tidak ada upaya mengaburkan fungsi demokrasi demi kestabilan, melainkan upaya memperkuat demokrasi melalui stabilitas yang berbasis aturan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


