Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Yoo Hae-jin Dapat Perlindungan Polisi Imbas Kontroversi Film The Assassin(s)

Aktor Yoo Hae-jin resmi diberi perlindungan kepolisian pasca-terjadi ancaman keselamatan dan gelombang protes akibat perannya dalam film The Assassin(s).

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Yoo Hae-jin Dapat Perlindungan Polisi Imbas Kontroversi Film The Assassin(s)📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aktor Yoo Hae-jin kini mendapatkan perlindungan intensif dari kepolisian setempat menyusul meningkatnya ancaman terhadap keselamatannya. Kepolisian Daerah Seongbuk Seoul telah memasangkan smartwatch pribadi yang terintegrasi langsung dengan sistem darurat nasional 112, serta memperkuat patroli di sekitar rumahnya di wilayah utara ibu kota. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap eskalasi ketegangan pasca-rilis film The Assassin(s), yang memicu protes dari kelompok masyarakat konservatif.

Meski perlindungan diperketat, pihak kepolisian menegaskan tidak akan menerapkan pengawalan langsung 24 jam. Seorang pejabat kepolisian menegaskan bahwa tindakan protektif hanya akan dilakukan jika ada indikasi kuat akan ancaman nyata. “Keputusan perlindungan diambil berdasarkan risiko objektif, bukan hanya karena adanya desakan publik,” ujar sumber dari kepolisian setempat, seperti dikutip media lokal.

Ketegangan semakin memuncak setelah Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young secara terbuka meminta peningkatan pengamanan bagi seluruh kru dan pemain film tersebut. Kontroversi bermula dari isi film yang menyoroti kembali peristiwa pembunuhan Ibu Negara Yuk Young-su, istri mantan Presiden Park Chung-hee, pada tahun 1974. Film ini menuai kritik karena mengusulkan kemungkinan keterlibatan Park dalam kematian istrinya, meskipun pelaku penembakan resmi telah ditetapkan sebagai Moon Se-kwang.

Aksi unjuk rasa terjadi di depan rumah pribadi Yoo Hae-jin, dengan massa menuntut pencabutan penayangan film dan permintaan maaf dari seluruh pihak terlibat. Aksi serupa juga menyerang kantor produksi Hive Media Corp dan bahkan menargetkan lokasi bisnis Burger King di Seoul, yang akhirnya memutuskan membatalkan kontrak iklan pendek dengan aktor tersebut. Pihak Burger King menegaskan bahwa keputusan tersebut murni pertimbangan bisnis, tanpa kaitan dengan isu film.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya