Zulhas Soroti Kesejahteraan Petani sebagai Kunci Ketahanan Pangan
Menteri Koordinator Pangan tegaskan kesejahteraan petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional, menyebut impor beras 2024 berdampak pada harga gabah dan ancaman kehilangan lahan pertanian.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketahanan pangan di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, melainkan juga oleh kondisi ekonomi petani sebagai pelaku utama di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pangan nasional. Ia menyoroti bahwa ketidakmampuan petani dalam mempertahankan kehidupan produktif berpotensi mengancam keberlanjutan pasokan pangan di masa depan.
Pada tahun 2024, Indonesia masih harus mengimpor beras meskipun memiliki potensi produksi domestik yang cukup. Kondisi ini menurunkan harga gabah di tingkat petani, yang pada gilirannya memperparah keterpurukan ekonomi petani. Ketika harga gabah turun, petani kesulitan membiayai kebutuhan produksi, termasuk benih, pupuk, dan tenaga kerja. Akibatnya, banyak petani terpaksa menjual atau menggadaikan lahan pertanian mereka demi bertahan hidup.
Zulhas menyampaikan bahwa kehilangan lahan pertanian bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap keamanan pangan nasional. “Lama-lama petani ini nggak punya sawah lagi karena miskin. Sawahnya dijual atau digadai, tuh dampaknya soal makan,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan yang sejati harus melibatkan keberlangsungan hidup petani sebagai produsen utama, bukan sekadar memastikan stok beras di gudang.
Kebijakan pangan yang berkelanjutan, menurutnya, harus mampu menjaga harga gabah tetap layak dan memberikan perlindungan kepada petani dari fluktuasi pasar. Tanpa itu, keberhasilan program swasembada pangan akan sulit terwujud secara nyata. Dengan demikian, kesejahteraan petani bukan sekadar tujuan sosial, melainkan fondasi strategis bagi ketahanan pangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


