Zulkifli Hasan Cerita Perjalanan Sukses di Usia Muda
Menteri Koordinator Bidang Pangan mengungkap perjalanan hidupnya dari kesulitan belajar hingga meraih penghasilan Rp1 miliar per bulan pada 1985 melalui keberanian merantau dan membangun jaringan bisnis internasional.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Zulkifli Hasan, kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan kisah awal kehidupannya dalam sebuah forum keuangan di Lampung. Ia menceritakan masa-masa sulit saat masih menempuh pendidikan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandar Lampung, di mana kesulitan dalam memahami Bahasa Arab membuatnya sering tidak masuk sekolah. Keputusan untuk pindah ke SMA 1 sempat menimbulkan konflik dengan ayahnya, yang berharap anaknya menjadi ustaz seperti tokoh ulama Buya Hamka dan bahkan berencana mengirimnya ke Mesir untuk menuntut ilmu agama.
Namun, Zulhas tetap bersikeras mengambil jalan lain. Dengan dukungan ibunya yang memberikan perhiasan berupa kalung, cincin, dan gelang sebagai modal, ia memilih merantau ke Jakarta meski tidak mengenal siapa pun di kota tersebut. Ia menyadari bahwa keberhasilan bukan hanya soal latar belakang, tetapi juga tekad dan keberanian mengambil risiko. Setelah lulus SMA, ia mencoba masuk fakultas kedokteran namun tidak lolos, lalu memilih menjadi PNS di Kementerian Pertanian yang saat itu masih mengelola sektor kelautan dan kehutanan.
Kehidupan sebagai PNS, menurut Zulhas, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Ia pun memutuskan berhenti dan memulai usaha sendiri. Salah satu momen krusial terjadi saat berkunjung ke Pasar Mester, Jatinegara, di mana ia menyadari perbedaan kekayaan antara dirinya dan sejumlah pedagang keturunan Tionghoa. Keinginan untuk memahami kunci kesuksesan mereka mendorongnya untuk membaca buku, mengikuti kursus, dan fokus pada bidang pemasaran.
Pada tahun 1985, saat usianya masih muda, Zulhas berhasil meraih penghasilan setara Rp1 miliar per bulan, sebuah pencapaian yang sangat menonjol pada masa itu. Ia mengakui pencapaian ini didukung oleh upaya membangun jaringan bisnis lintas negara, termasuk perdagangan dengan Tiongkok, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Bahkan pada 1986, ia sudah memiliki empat unit rumah, menandai awal keberhasilan bisnis yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

