Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Zulkifli Hasan Cerita Perjalanan Sukses di Usia Muda

Menteri Koordinator Bidang Pangan mengungkap perjalanan hidupnya dari kesulitan belajar hingga meraih penghasilan Rp1 miliar per bulan pada 1985 melalui keberanian merantau dan membangun jaringan bisnis internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Zulkifli Hasan Cerita Perjalanan Sukses di Usia Muda
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Zulkifli Hasan, kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan kisah awal kehidupannya dalam sebuah forum keuangan di Lampung. Ia menceritakan masa-masa sulit saat masih menempuh pendidikan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandar Lampung, di mana kesulitan dalam memahami Bahasa Arab membuatnya sering tidak masuk sekolah. Keputusan untuk pindah ke SMA 1 sempat menimbulkan konflik dengan ayahnya, yang berharap anaknya menjadi ustaz seperti tokoh ulama Buya Hamka dan bahkan berencana mengirimnya ke Mesir untuk menuntut ilmu agama.

Namun, Zulhas tetap bersikeras mengambil jalan lain. Dengan dukungan ibunya yang memberikan perhiasan berupa kalung, cincin, dan gelang sebagai modal, ia memilih merantau ke Jakarta meski tidak mengenal siapa pun di kota tersebut. Ia menyadari bahwa keberhasilan bukan hanya soal latar belakang, tetapi juga tekad dan keberanian mengambil risiko. Setelah lulus SMA, ia mencoba masuk fakultas kedokteran namun tidak lolos, lalu memilih menjadi PNS di Kementerian Pertanian yang saat itu masih mengelola sektor kelautan dan kehutanan.

Kehidupan sebagai PNS, menurut Zulhas, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Ia pun memutuskan berhenti dan memulai usaha sendiri. Salah satu momen krusial terjadi saat berkunjung ke Pasar Mester, Jatinegara, di mana ia menyadari perbedaan kekayaan antara dirinya dan sejumlah pedagang keturunan Tionghoa. Keinginan untuk memahami kunci kesuksesan mereka mendorongnya untuk membaca buku, mengikuti kursus, dan fokus pada bidang pemasaran.

Pada tahun 1985, saat usianya masih muda, Zulhas berhasil meraih penghasilan setara Rp1 miliar per bulan, sebuah pencapaian yang sangat menonjol pada masa itu. Ia mengakui pencapaian ini didukung oleh upaya membangun jaringan bisnis lintas negara, termasuk perdagangan dengan Tiongkok, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Bahkan pada 1986, ia sudah memiliki empat unit rumah, menandai awal keberhasilan bisnis yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya