8 WNI Diduga Direkrut sebagai Tentara Rusia Lewat Janji Kerja Sipil
Delapan warga negara Indonesia diduga direkrut sebagai tentara Rusia melalui modus penawaran pekerjaan sipil dengan iming-iming gaji tinggi, melalui perantara negara ketiga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Delapan warga negara Indonesia (WNI) kini menjadi fokus perhatian pemerintah setelah muncul informasi bahwa mereka diduga direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia. Proses rekrutmen dilakukan secara tidak langsung melalui negara pihak ketiga yang menawarkan posisi kerja sipil seperti satuan pengamanan dan administrasi dengan gaji yang jauh di atas standar pasar.
Menurut keterangan resmi dari otoritas intelijen nasional, para WNI tersebut tidak menyadari secara penuh bahwa pekerjaan yang mereka lamar akan berujung pada keterlibatan militer. Mereka ditarik melalui sistem penawaran pekerjaan yang dirancang secara strategis untuk menyamarkan tujuan sebenarnya. Informasi ini diperoleh setelah pemantauan intensif terhadap aktivitas rekrutmen lintas negara yang mencurigakan.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menanggapi dugaan ini dengan segera. Koordinasi antara instansi intelijen dan Kementerian Luar Negeri telah dilakukan untuk menelusuri jejak para WNI, mengevaluasi kondisi mereka, serta memastikan perlindungan hukum dan kemanusiaan.
Upaya antisipatif ini dilakukan guna mencegah terulangnya kasus serupa, terutama dengan mengingat modus yang semakin canggih dalam menarik tenaga kerja Indonesia melalui janji ekonomi besar. Pemerintah juga diharapkan dapat memperjelas status hukum dan keberadaan para WNI yang terlibat, serta memastikan mereka tidak dikenai tekanan atau ancaman dalam proses pengembalian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

