Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 1,01% Didorong Kenaikan Harga Tembaga dan Kinerja Emiten

Indeks saham domestik menguat 1,01% ke level 6.686,44 berkat penguatan saham komoditas dan kinerja emiten yang positif di kuartal pertama 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
IHSG Naik 1,01% Didorong Kenaikan Harga Tembaga dan Kinerja Emiten
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (8/9), menutup sesi di level 6.686,44 dengan kenaikan 1,01%. Penguatan ini didorong oleh kenaikan harga tembaga yang mencapai level rekor, yang secara langsung mendorong saham-saham berbasis komoditas seperti AMMN, SMMA, dan MDKA. AMMN melonjak 5,90%, SMMA naik 5,26%, sementara MDKA mencatat kenaikan tertinggi mencapai 8,33%. Pergerakan ini turut mendukung indeks offshore ETF EIDO dan MSCI Indonesia yang masing-masing menguat 1,23% dan 0,78%.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan, termasuk BELI yang turun 5,88%, BBNI melemah 1,02%, dan BREN terkoreksi 0,90%. Dari sisi arus modal, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp379,39 miliar di pasar reguler dan Rp398,20 miliar jika dilihat secara keseluruhan. Dari 11 sektor, delapan di antaranya berakhir menguat, dengan sektor Basic Materials menjadi penguat utama sebesar 2,00%, sementara sektor Healthcare menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,59%.

Kinerja emiten kembali menjadi sorotan, terutama Medela Potentia (MDLA) yang mencatatkan pertumbuhan kinerja kuat di semester I 2026. Penjualan perusahaan mencapai Rp8,17 triliun, meningkat dari Rp7,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih MDLA mencapai Rp225,63 miliar, naik 12,60% dari Rp200,33 miliar di 1H25, didukung oleh peningkatan volume distribusi, penambahan lima prinsipal baru, serta pengembangan produk own-brand dan kanal digital. Pertumbuhan penjualan produk Stardec mencapai 34% YoY, sementara pembangunan gudang AAM Medan sudah mencapai 95% dan siap beroperasi kuartal IV 2026.

Trimitra Trans Persada (BLOG) juga menunjukkan tren positif dengan pendapatan Rp732,87 miliar pada 1H26, meningkat dari Rp626,47 miliar di periode sebelumnya. Laba bersih naik menjadi Rp77,54 miliar dari Rp71,08 miliar. Manajemen menargetkan pertumbuhan laba bersih 2026 lebih dari 10%, didukung oleh ekspansi bisnis dan kontrak jangka panjang yang dapat menopang dampak kenaikan harga BBM. Belanja modal (capex) untuk 2026 diproyeksikan sekitar Rp500 miliar, dengan realisasi hingga 1H26 mencapai Rp150–160 miliar, sebagian besar untuk pembangunan gudang, penambahan armada 3.500 unit, serta integrasi sistem teknologi informasi.

Di sisi lain, J Resources Asia Pasifik (PSAB) menetapkan pembagian dividen tunai interim sebesar Rp30 per saham untuk periode berakhir 30 Juni 2026, senilai total Rp793,80 miliar. Laba bersih PSAB pada 1H26 mencapai US$177,89 juta, tumbuh 803% YoY, meski didukung keuntungan dari divestasi proyek tambang emas Doup ke anak usaha United Tractors sebesar US$298,60 juta. Dividen interim setara dengan payout ratio 24,93% dari laba bersih. Saham PSAB ditutup di Rp570 per saham, memberikan yield dividen 5,26%. Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 29 September 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya