Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia Akibat Tipu Daya Iklan Kerja

Wakil Menteri P2MI mengungkap 8 WNI diduga menjadi tentara Rusia karena tergiur iklan pekerjaan menarik, dengan penanganan melalui diplomasi dan pemulangan jika memungkinkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia Akibat Tipu Daya Iklan Kerja
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengungkap adanya dugaan keterlibatan delapan warga negara Indonesia (WNI) sebagai tentara di Rusia, yang awalnya tertarik oleh iklan pekerjaan dengan tawaran menarik. Menurutnya, kejadian ini muncul karena para pencari kerja terdorong oleh janji-janji yang tidak sesuai kenyataan, tanpa mempertimbangkan risiko yang terkait dengan posisi tersebut.

Proses penanganan kasus ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk upaya diplomasi untuk mengevaluasi kemungkinan pemulangan WNI ke Tanah Air. Namun, keberhasilan pemulangan tergantung pada kondisi hukum dan kontrak yang telah dibuat di negara tujuan, di mana banyak dari mereka telah terikat secara hukum.

Christina menegaskan bahwa fenomena ini bukan kali pertama terjadi, meskipun kini kembali mencuat ke publik. Ia menekankan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus serupa, namun tidak begitu menonjol. Kini, dengan meningkatnya jumlah laporan dan ketatnya kontrol di sektor migrasi, kasus ini menjadi perhatian lebih besar.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua kasus yang dilaporkan sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO) benar-benar memenuhi unsur hukum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Banyak pelapor menyebut diri sebagai korban TPPO, padahal secara sadar mereka pergi ke luar negeri dengan tujuan bekerja di bidang yang berisiko tinggi, seperti penipuan digital. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang untuk verifikasi dan pendampingan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya