Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

80 Pelaku Ekraf Padang Pariaman Diberi Kapasitas Pasca-Bencana

Kemenekraf melatih 80 pelaku ekonomi kreatif di Padang Pariaman untuk pulihkan usaha dan tingkatkan daya saing pasca-bencana alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
80 Pelaku Ekraf Padang Pariaman Diberi Kapasitas Pasca-Bencana📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ekonomi Kreatif meluncurkan program pelatihan kapasitas bagi 80 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, sebagai respons strategis terhadap dampak bencana alam yang mengganggu aktivitas ekonomi lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, yang digelar di Hall IKK Area Kantor Bupati Parit Malintang pada 18–19 September 2026, dengan fokus pada pemulihan produktivitas dan penguatan ekosistem kreatif daerah.

Pelatihan dua hari ini menjangkau berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, fotografi, hingga seni pertunjukan, dengan materi yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk lokal. Narasumber utama menyajikan pembekalan terkini, termasuk pengembangan produk berbasis lokal, manajemen usaha, riset pasar, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk inovasi desain dan pengembangan ide. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan transfer ilmu dapat langsung diimplementasikan di lapangan.

Praktisi desain visual Laura Amelia Triani dan Wakil Rektor IV Universitas Andalas Prof. Henmaidi turut berkontribusi dalam menyampaikan materi yang relevan dengan realitas usaha. Prof. Ratni Prima Lita turut memandu peserta dalam mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif yang tersembunyi di tingkat nagari. Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang berkelanjutan.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa pemulihan ekonomi tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan masyarakat—dalam mendukung rekonstruksi ekonomi. Program ini, menurutnya, bukan sekadar bantuan sementara, melainkan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang mampu menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Peserta pelatihan, seperti Evi dari sektor kriya, menyampaikan antusiasme atas materi AI yang diperkenalkan, yang dinilai membuka peluang baru dalam desain dan inovasi produk. Sementara Prof. Henmaidi menyoroti pentingnya manajemen profesional dalam meningkatkan nilai tambah produk kriya dan kuliner. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat berharap ruang kreatif yang dibangun tetap aktif setelah program berakhir, menjadi pusat kolaborasi dan penggerak ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya