Air Mineral dan Demineral: Pemahaman Benar untuk Kesehatan yang Tepat
Perbedaan kandungan mineral antara air mineral dan demineral memengaruhi manfaatnya bagi tubuh, terutama bagi penderita gangguan ginjal yang memerlukan penyesuaian asupan elektrolit.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Air minum yang dianggap seragam dalam bentuk dan fungsi ternyata memiliki perbedaan mendasar berdasarkan kandungan mineralnya. Air mineral mengandung mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium yang berasal dari sumber air tanah, dengan konsentrasi yang bervariasi tergantung lokasi dan proses pengolahan. Sebaliknya, air demineral merupakan hasil proses pengolahan intensif seperti reverse osmosis atau deionisasi, yang mengurangi hampir seluruh mineral terlarut dalam air. Istilah "demineral" tidak berarti air tersebut tidak layak dikonsumsi, melainkan menunjukkan rendahnya kadar mineralnya.
Mineral dalam air bukan sekadar komponen kosmetik pada label, melainkan berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Kalsium mendukung kesehatan tulang dan gigi, serta memastikan transmisi saraf dan pembekuan darah berjalan normal. Magnesium, di sisi lain, turut berkontribusi pada aktivitas otot, metabolisme energi, dan keseimbangan jantung. Menurut riset dari Universitas Indonesia, air mineral yang kaya kalsium dapat menyumbang hingga sekitar 25 persen kebutuhan harian kalsium, sementara air dengan kandungan magnesium tinggi mampu memberi kontribusi 6 hingga 17 persen dari asupan harian magnesium. Meskipun begitu, asupan utama mineral tetap berasal dari makanan.
Keputusan memilih antara air mineral atau demineral tidak bisa ditentukan secara mutlak berdasarkan label saja. Bagi individu sehat, asupan mineral tetap dominan berasal dari makanan, sehingga pilihan jenis air tidak menimbulkan dampak signifikan. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis (CKD), situasinya berbeda. Fungsi ginjal yang menurun membuat tubuh kesulitan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Dalam kondisi ini, asupan natrium, kalium, dan fosfor harus dikontrol ketat. Karena kandungan mineral dalam air mineral bervariasi, tidak semua jenis air mineral cocok untuk pasien CKD.
Oleh karena itu, air demineral—dengan kandungan mineral yang sangat rendah—dapat menjadi alternatif yang dipertimbangkan, terutama untuk menghindari akumulasi mineral tertentu yang berisiko bagi fungsi ginjal. Namun, hal ini tidak berarti semua pasien CKD harus mengonsumsi air demineral. Penyesuaian jenis dan jumlah cairan harus dilakukan secara personal, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi elektrolit, dan terapi yang sedang dijalani. Dalam praktiknya, keputusan terbaik selalu didukung oleh rekomendasi dokter atau ahli gizi, bukan hanya berdasarkan label produk.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Siap Jadi Pusat Hilirisasi Mineral untuk Dukung AI Global
Indonesia berpotensi memperkuat posisi dalam rantai nilai teknologi global melalui hilirisasi nikel dan tembaga yang mendukung pengembangan infrastruktur AI secara berkelanjutan.
8 Oktober 2026

Kemenko Hilirisasi Siap Sinkronisasi Kebijakan Sektor Strategis
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, konfirmasi struktur kementerian di bawahnya dan tegaskan efisiensi anggaran tanpa tambahan biaya negara.
8 Oktober 2026

Lelang Bijih Bauksit Hasilkan PNBP Rp108,8 Miliar
Pemerintah berhasil mengumpulkan pendapatan negara bukan pajak sebesar Rp108,8 miliar dari lelang bijih bauksit sebanyak 401.814 metrik ton.
8 Oktober 2026

Bahlil Ungkap Struktur Kemenko Hilirisasi, ESDM dan Investasi Jadi Inti
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi serta Hilirisasi akan berada di bawah koordinasinya, dengan kemungkinan tambahan Kementerian Perindustrian.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah DKI Percepat Proses Sertifikasi Tanah dalam 10 Hari
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA

NasDem Periksa Dugaan Usul Pemakzulan Gibran
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA
Pemblokiran Situs Judi Online Dapat Dukungan dari Pengguna
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.22 WITA

Prancis Rilis 10 Juta Barel Solar dari Cadangan untuk Stabilkan Harga BBM
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.21 WITA

Penyaluran KUR dan UMi di Sultra Tembus Rp3,77 Triliun hingga September 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA

Norwegia Ajukan Bantuan AS Selidiki Mantan Sekjen Majelis Eropa
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.20 WITA

Kapolda dan Wakapolda Metro Ucapkan Terima Kasih dan Permohonan Maaf Sebelum Mutasi
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.19 WITA

Polrestro Jakut Musnahkan Obat Ilegal Senilai Rp15 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 12.19 WITA

