Anak-anak SD Geram, Protes Sekolah Rusak hingga Tak Punya Guru
Siswa SD di Uttar Pradesh menolak masuk kelas karena bangunan sekolah dalam kondisi runtuh, memicu protes massal yang menuntut perbaikan fasilitas dan hak pendidikan dasar.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 01.45 WITA·👁 7 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Puluhan siswa sekolah dasar di Desa Samuhi Bhatpurwa, Uttar Pradesh, melakukan mogok sekolah pada 22 Agustus lalu, menolak memasuki gedung yang dianggap berbahaya. Diantara mereka, beberapa anak masih berusia enam tahun, yang berani mengungkapkan ketakutan mereka terhadap keruntuhan bangunan yang sebelumnya melukai seorang teman sekelas pada 2023. Kondisi sekolah yang terus dibiarkan rusak tanpa perbaikan menjadi pemicu utama aksi demonstrasi yang dipimpin langsung oleh anak-anak.
Setelah berdialog dengan petugas pendidikan wilayah, Deepak Awasthi, para siswa akhirnya bersedia kembali ke sekolah setelah mendapat janji pembangunan gedung baru. Namun, aksi tersebut bukan kejadian terisolasi. Sejak akhir Juli, sekitar seratus siswa dari sepuluh negara bagian—termasuk Maharashtra, Bihar, dan Madhya Pradesh—telah melakukan protes serupa terkait kondisi sekolah yang memprihatinkan, kekurangan tenaga pengajar, hingga kualitas makanan sekolah yang buruk.
Gerakan ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes Gen Z yang berlangsung sejak Juni, yang menyoroti kebocoran ujian dan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda. Kini, gerakan tersebut digerakkan oleh generasi yang lebih muda—Gen Alpha—melalui inisiatif "School Thik Karo" atau "Perbaiki Sekolah", yang diluncurkan pada 15 Agustus. Menurut perwakilan kelompok aktivis, tuntutan ini muncul dari dialog langsung dengan anak-anak dan orang tua di daerah terpencil yang menyampaikan keluhan soal fasilitas pendidikan yang minim.
Data resmi menunjukkan lebih dari 100.000 sekolah di India hanya memiliki satu guru untuk seluruh jenjang, sementara ribuan sekolah lainnya bahkan tidak memiliki siswa. Aktivis hak pendidikan Nagasimha Rao menegaskan bahwa tuntutan anak-anak bukan sekadar permintaan fasilitas, melainkan upaya merebut hak yang dijamin oleh Undang-Undang Hak atas Pendidikan (RTE). Di Bihar, 50 siswa bahkan berjalan kaki 4 kilometer untuk menyerukan perbaikan makanan sekolah, menunjukkan bahwa protes ini sudah melampaui aspek fisik, menyentuh hak dasar pendidikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

DEN Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Tito Dorong Akses Hunian Layak Lewat Reformasi Regulasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Pemerintah Percepat Perbaikan
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

