Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak-anak SD Geram, Protes Sekolah Rusak hingga Tak Punya Guru

Siswa SD di Uttar Pradesh menolak masuk kelas karena bangunan sekolah dalam kondisi runtuh, memicu protes massal yang menuntut perbaikan fasilitas dan hak pendidikan dasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 01.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Anak-anak SD Geram, Protes Sekolah Rusak hingga Tak Punya Guru
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Puluhan siswa sekolah dasar di Desa Samuhi Bhatpurwa, Uttar Pradesh, melakukan mogok sekolah pada 22 Agustus lalu, menolak memasuki gedung yang dianggap berbahaya. Diantara mereka, beberapa anak masih berusia enam tahun, yang berani mengungkapkan ketakutan mereka terhadap keruntuhan bangunan yang sebelumnya melukai seorang teman sekelas pada 2023. Kondisi sekolah yang terus dibiarkan rusak tanpa perbaikan menjadi pemicu utama aksi demonstrasi yang dipimpin langsung oleh anak-anak.

Setelah berdialog dengan petugas pendidikan wilayah, Deepak Awasthi, para siswa akhirnya bersedia kembali ke sekolah setelah mendapat janji pembangunan gedung baru. Namun, aksi tersebut bukan kejadian terisolasi. Sejak akhir Juli, sekitar seratus siswa dari sepuluh negara bagian—termasuk Maharashtra, Bihar, dan Madhya Pradesh—telah melakukan protes serupa terkait kondisi sekolah yang memprihatinkan, kekurangan tenaga pengajar, hingga kualitas makanan sekolah yang buruk.

Gerakan ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes Gen Z yang berlangsung sejak Juni, yang menyoroti kebocoran ujian dan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda. Kini, gerakan tersebut digerakkan oleh generasi yang lebih muda—Gen Alpha—melalui inisiatif "School Thik Karo" atau "Perbaiki Sekolah", yang diluncurkan pada 15 Agustus. Menurut perwakilan kelompok aktivis, tuntutan ini muncul dari dialog langsung dengan anak-anak dan orang tua di daerah terpencil yang menyampaikan keluhan soal fasilitas pendidikan yang minim.

Data resmi menunjukkan lebih dari 100.000 sekolah di India hanya memiliki satu guru untuk seluruh jenjang, sementara ribuan sekolah lainnya bahkan tidak memiliki siswa. Aktivis hak pendidikan Nagasimha Rao menegaskan bahwa tuntutan anak-anak bukan sekadar permintaan fasilitas, melainkan upaya merebut hak yang dijamin oleh Undang-Undang Hak atas Pendidikan (RTE). Di Bihar, 50 siswa bahkan berjalan kaki 4 kilometer untuk menyerukan perbaikan makanan sekolah, menunjukkan bahwa protes ini sudah melampaui aspek fisik, menyentuh hak dasar pendidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya