Anggaran Operasional Kementerian ESDM Hanya 12 Persen di Tahun 2027
Anggaran operasional Kementerian ESDM tahun 2027 hanya mencapai 12 persen dari total pagu Rp27,37 triliun, dengan fokus utama pada program kerakyatan dan infrastruktur energi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan alokasi anggaran operasional sebesar 12 persen dari total pagu tahun 2027, yakni sekitar Rp3,28 triliun, dari total anggaran sebesar Rp27,37 triliun. Sisanya, sebanyak 82 persen atau senilai Rp22,51 triliun, dialokasikan secara khusus untuk program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur energi dan pendampingan sektor energi rakyat.
Pengalokasian anggaran ini menjadi bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan anggaran negara pada kepentingan umum dan kesejahteraan rakyat. Menteri ESDM menekankan bahwa pengurangan anggaran untuk kegiatan rutin seperti perjalanan dinas dan rapat yang tidak produktif menjadi bagian dari reformasi tata kelola anggaran yang lebih efisien dan transparan.
Dari total anggaran, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mendapatkan porsi terbesar kedua, yakni Rp11,34 triliun, yang digunakan untuk proyek strategis seperti pembangunan pipa gas lintas Sumatera-Jawa dan jaringan gas rumah tangga (jargas). Tujuan utamanya adalah menurunkan ketergantungan terhadap impor LPG dengan memperluas akses energi bersih di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menerima alokasi terbesar, sebesar Rp10,45 triliun, diikuti oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dengan Rp1,82 triliun. Sementara itu, institusi pendukung seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Badan Geologi, dan BPH Migas masing-masing mendapatkan anggaran antara Rp774,83 miliar hingga Rp474,43 miliar, menunjukkan keterlibatan berbagai sektor dalam penguatan ekosistem energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026

Peta Hak Dasar Desa Siap Dukung Pembangunan Berbasis HAM
KemenHAM memperkenalkan Peta Pemenuhan Hak Dasar hingga tingkat desa melalui platform DESAHAM sebagai alat pemantauan berbasis data dalam perencanaan pembangunan nasional.
24 Oktober 2026

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

