Anthropic Tunda IPO, Tekankan Keselamatan AI
Anthropic memutuskan menunda penawaran saham perdana hingga November, seiring tuntutan perlambatan pengembangan kecerdasan buatan dari para pemimpin industri.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan pembuat kecerdasan buatan Anthropic memilih menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) dari Oktober ke November, menurut sumber yang mengakui proses internal. Keputusan ini diambil meski sebelum munculnya peringatan publik dari mantan karyawan yang mempertanyakan kecepatan inovasi teknologi. Penundaan ini diharapkan memberi waktu bagi perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan kuartal ketiga yang menunjukkan kinerja stabil, meski pesaingnya, OpenAI, baru saja meluncurkan model terbarunya, Astra, pada September.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menjadi salah satu tokoh pertama yang menyerukan penundaan pengembangan AI secara global. Dalam tulisan blog, ia menekankan bahwa risiko dari teknologi canggih saat ini terlalu tinggi untuk dibiarkan berkembang tanpa pengawasan ketat. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk dari SpaceX, menunjukkan konsensus di kalangan pemimpin industri terkait perlunya kehati-hatian.
Diperkirakan nilai pasar Anthropic saat IPO mencapai US$2 triliun atau sekitar Rp35,796 triliun, dengan dana yang dikumpulkan mencapai US$100 miliar (Rp1.789,8 triliun), melampaui rekor SpaceX yang pernah dicatat pada Juni. Investor dan bankir kini sedang menggelar pertemuan dengan calon pihak-pihak tertarik untuk mengukur minat pasar terhadap penawaran saham tersebut. Meski ada kekhawatiran soal dampak perlambatan pengembangan model baru terhadap valuasi, sejumlah penasihat percaya pendapatan dari model yang sudah ada cukup menopang prospek keuangan perusahaan.
Pendapatan tahunan Anthropic diperkirakan akan melampaui US$110 miliar pada akhir tahun ini, berdasarkan perkiraan pasar. Dalam pertemuan dengan investor di kantor pusat San Francisco, fokus perusahaan juga menyentuh inovasi baru seperti Model Hardware Standard, yang memungkinkan agen AI mengendalikan perangkat fisik seperti robot atau mikroskop. Di malam yang sama, diskusi di restoran steak pun berubah arah ke isu keselamatan teknologi, yang dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga reputasi perusahaan di masa depan.
Sementara itu, pesaing utama Anthropic, OpenAI, menyatakan tidak akan go public sebelum 2027. Perusahaan sedang dalam proses pendanaan baru yang dapat menilai nilai perusahaan di atas US$1,2 triliun. Jika berhasil, pendanaan ini bisa mengurangi daya tarik IPO Anthropic, terutama jika OpenAI berhasil mengumpulkan lebih dari US$120 miliar seperti pada putaran sebelumnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Pemilik iPhone 18 Pro dan Duo yang dibeli di luar negeri harus bayar bea masuk dan PPN hingga Rp8,1 juta, tergantung harga dan kurs pajak saat kedatangan.
22 September 2026

Prabowo Fokus Dorong Inovasi Tekstil dan Sepatu Berbasis Lokal
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk perkuat industri tekstil dan sepatu melalui inovasi BRIN, termasuk kain dari limbah nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu.
22 September 2026

IHSG Melemah 1,30% di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,30% ke level 6.300 pada Selasa (22/9/2026), didorong oleh tekanan pasar global dan dinamika kebijakan dalam negeri.
22 September 2026

SILO Akuisisi 14 RS dari Lippo, Nilai Rp6,9 Triliun
PT Siloam International Hospitals Tbk resmi mengumumkan rencana akuisisi 14 rumah sakit dengan nilai total Rp6,9 triliun dari anak usaha First Real Estate Investment Trust.
22 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

