AS Kuasai Ladang Minyak Venezuela, Gantikan Peran China dan Rusia
Perusahaan minyak AS NABEP mengambil alih 14 proyek dari China dan Rusia di Venezuela, bagian dari kesepakatan produksi minyak besar yang memindahkan aliran energi ke pasar AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perusahaan minyak Amerika Serikat, North American Blue Energy Partners (NABEP), resmi mengambil alih sejumlah wilayah kerja minyak di Venezuela yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan asal China dan Rusia. Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama energi strategis antara pemerintah AS dan Venezuela, yang diumumkan dalam konteks perubahan arah ekspor minyak negara Amerika Selatan.
Dalam kesepakatan tersebut, NABEP mendapatkan 14 kontrak baru dari pemerintah Venezuela dan berencana mengelola total 17 proyek energi, termasuk lima wilayah yang sebelumnya dikelola perusahaan China melalui skema kerja sama masa pemerintahan mantan Presiden Nicolas Maduro. Satu ladang lainnya yang sebelumnya dioperasikan oleh perusahaan Rusia juga kini berpindah kendali. Dua proyek tambahan sebelumnya dikelola afiliasi Alex Saab, tokoh dekat mantan pemimpin Venezuela yang kini ditahan di AS.
Tujuan utama dari peralihan ini adalah memindahkan aliran minyak Venezuela dari pasar China ke pasar Amerika Serikat. Seorang pejabat AS menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya membuka akses bagi perusahaan AS dalam sektor energi strategis, tetapi juga memperkuat ketergantungan produksi minyak Venezuela pada pasar AS. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas ekonomi dan pengaruh geopolitik Washington di kawasan.
Penguasaan atas aset minyak tersebut secara efektif mengurangi pengaruh China dan Rusia dalam sektor energi Venezuela, yang selama bertahun-tahun menjadi mitra utama dalam pengelolaan cadangan minyak terbesar di dunia. Dengan demikian, AS kini mendapatkan kendali lebih besar atas produksi, distribusi, dan arah pasar minyak dari negara yang memiliki cadangan 65 miliar barel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


