AS Percepat Aksi Militer demi Pecah Kebuntuan dengan Iran
Serangan terbuka AS ke fasilitas roket Iran di Pulau Larak mencerminkan frustrasi Washington atas gagalnya sanksi ekonomi memaksa Teheran menyerah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Amerika Serikat kembali melakukan tindakan militer terbuka dengan menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, menandai penghentian jeda pertempuran sekitar sebulan terakhir. Serangan ini dilakukan saat Teheran sedang bersiap mengirimkan roket bermuatan ranjau ke Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis global. Respons cepat dari Washington menunjukkan pergeseran taktik setelah tekanan ekonomi tidak menghasilkan perubahan signifikan dalam kebijakan Iran.
Iran segera membalas dalam hitungan jam dengan meluncurkan delapan rudal ke pangkalan udara King Hussein dan Al Azraq di Yordania. Menurut pemerintah Amman, semua rudal berhasil ditepis oleh sistem pertahanan udara negara itu. Analis keamanan maritim Ian Ralby menilai aksi AS tersebut bukan perubahan strategi besar, melainkan upaya menciptakan perubahan di tengah stagnasi situasi yang telah berlangsung lama. Ia menegaskan bahwa tekanan finansial yang digunakan AS belum mampu mengubah perilaku Iran secara mendasar.
Ancaman serius juga datang dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan akan menghancurkan Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama Iran—jika tekanan tidak berdampak. Namun, Ralby menyebut ancaman itu kemungkinan besar bersifat retorika, mengingat serangan terhadap pulau tersebut berisiko merusak infrastruktur energi dan situs budaya penting. Iran diperkirakan akan menghindari konfrontasi langsung dengan AS, melainkan memilih jalur perlawanan asimetris melalui kelompok sekutu dan ancaman terhadap arus pelayaran global.
Dampak ekonomi dari ketegangan terkini mulai terasa. Kepala ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, memperkirakan sekitar 7 juta barel minyak per hari yang sebelumnya mengalir melalui Selat Hormuz mengalami penurunan pada pekan lalu. Ia memperingatkan bahwa penurunan arus tersebut berpotensi menaikkan harga minyak dunia dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, muncul spekulasi soal kemungkinan penggunaan senjata nuklir, menyusul pernyataan mantan penasihat antiterorisme AS, Joe Kent, yang menyebut opsi tersebut sebagai realistis jika AS terus gagal mencapai tujuannya secara konvensional.
Pentagon dikabarkan mengalami keterbatasan amunisi presisi tinggi dan rudal pencegat, meskipun hal itu dibantah oleh pejabat AS. Sebagai respons, Trump mengumumkan dimulainya "Hari-H Ekonomi", serangkaian sanksi agresif yang menargetkan hampir 60 entitas, termasuk 21 yang berlokasi di China. Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan tujuan utama adalah menjadikan Iran sebagai paria global dengan memutus keterlibatan ekonomi dunia. Setiap entitas yang terlibat dalam pencucian uang untuk Iran akan dikeluarkan dari sistem keuangan dolar AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


