Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Perkuat Dominasi Minyak Venezuela Lewat Konsesi 100 Tahun

Kesepakatan minyak antara AS dan otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi 100 tahun kepada perusahaan swasta AS untuk kelola 17 ladang dengan cadangan 65 miliar barel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Perkuat Dominasi Minyak Venezuela Lewat Konsesi 100 Tahun
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rincian kesepakatan strategis terkait produksi minyak Venezuela melalui dokumen resmi yang dirilis secara publik. Dalam kesepakatan tersebut, otoritas sementara di Caracas memberikan hak pengelolaan jangka panjang selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP), salah satu produsen minyak swasta terbesar di negara tersebut. Ladang-ladang yang dikelola meliputi 17 wilayah dengan cadangan terbukti mencapai 65 miliar barel minyak mentah.

Sebagai imbalan, NABEP akan menyerahkan 35 persen saham kepemilikannya kepada Office of Strategic Capital (OSC), entitas yang berada di bawah naungan Departemen Perang AS. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS diberi hak untuk membeli 20 persen dari total produksi minyak NABEP saat ini maupun di masa depan dengan harga setara biaya produksi. Sisa 80 persen produksi diberi hak preferensi pembelian terlebih dahulu kepada AS.

Kesepakatan ini juga menjamin kontrol politik dan hukum penuh oleh Amerika Serikat. Pemerintah AS memiliki hak veto atas penetapan anggota direksi NABEP, sementara mayoritas dewan direksi harus terdiri dari warga negara AS. Semua operasi dan kebijakan tunduk pada hukum dan yurisdiksi pengadilan Amerika Serikat. Infrastruktur milik AS, termasuk kilang dan rig pengeboran, akan digunakan untuk memproses serta mendistribusikan jutaan barel minyak hasil produksi.

Pemerintah AS menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak membebani anggaran pajak publik AS. Rencananya, Presiden Trump akan bertemu dengan perwakilan perusahaan minyak besar dan kecil pada hari berikutnya untuk membahas implementasi lebih lanjut. Kenaikan harga minyak mentah Brent sekitar 28 persen sebelumnya diduga dipicu oleh ketegangan militer AS terhadap Iran, yang turut memperkuat dinamika pasar global terkait energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya