AS Perkuat Dominasi Minyak Venezuela Lewat Konsesi 100 Tahun
Kesepakatan minyak antara AS dan otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi 100 tahun kepada perusahaan swasta AS untuk kelola 17 ladang dengan cadangan 65 miliar barel.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rincian kesepakatan strategis terkait produksi minyak Venezuela melalui dokumen resmi yang dirilis secara publik. Dalam kesepakatan tersebut, otoritas sementara di Caracas memberikan hak pengelolaan jangka panjang selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP), salah satu produsen minyak swasta terbesar di negara tersebut. Ladang-ladang yang dikelola meliputi 17 wilayah dengan cadangan terbukti mencapai 65 miliar barel minyak mentah.
Sebagai imbalan, NABEP akan menyerahkan 35 persen saham kepemilikannya kepada Office of Strategic Capital (OSC), entitas yang berada di bawah naungan Departemen Perang AS. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS diberi hak untuk membeli 20 persen dari total produksi minyak NABEP saat ini maupun di masa depan dengan harga setara biaya produksi. Sisa 80 persen produksi diberi hak preferensi pembelian terlebih dahulu kepada AS.
Kesepakatan ini juga menjamin kontrol politik dan hukum penuh oleh Amerika Serikat. Pemerintah AS memiliki hak veto atas penetapan anggota direksi NABEP, sementara mayoritas dewan direksi harus terdiri dari warga negara AS. Semua operasi dan kebijakan tunduk pada hukum dan yurisdiksi pengadilan Amerika Serikat. Infrastruktur milik AS, termasuk kilang dan rig pengeboran, akan digunakan untuk memproses serta mendistribusikan jutaan barel minyak hasil produksi.
Pemerintah AS menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak membebani anggaran pajak publik AS. Rencananya, Presiden Trump akan bertemu dengan perwakilan perusahaan minyak besar dan kecil pada hari berikutnya untuk membahas implementasi lebih lanjut. Kenaikan harga minyak mentah Brent sekitar 28 persen sebelumnya diduga dipicu oleh ketegangan militer AS terhadap Iran, yang turut memperkuat dinamika pasar global terkait energi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

