AS Setujui Penjualan Senjata Rp35 Triliun ke Arab Saudi
Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai AS$1,96 miliar untuk memperkuat pertahanan udara Arab Saudi di tengah meningkatnya ancaman dari Yaman dan ketegangan regional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan persetujuan resmi atas rencana penjualan senjata bernilai 1,96 miliar dolar AS, setara sekitar 35 triliun rupiah, kepada Arab Saudi. Keputusan ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu, 16 Juli, sebagai bagian dari strategi peningkatan keamanan sekutu di kawasan Teluk. Penjualan yang dilakukan melalui mekanisme Foreign Military Sales bertujuan untuk mendukung stabilitas keamanan dan kemandirian pertahanan Riyadh dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Paket senjata yang disetujui mencakup hingga 20 ribu sistem APKWS (Advanced Precision Kill Weapon Systems), termasuk peluncur, hulu ledak berdaya ledak tinggi, dan komponen roket. Sistem ini dirancang untuk akurasi tinggi dalam operasi jarak dekat, meminimalkan kerusakan area sekitar. Selain itu, Arab Saudi juga akan menerima peralatan pendukung pertahanan lainnya yang diperlukan untuk memperkuat sistem pertahanan udara negara. BAE Systems, perusahaan asal New Jersey, menjadi kontraktor utama dalam transaksi ini.
Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa penjualan tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Washington. Dengan meningkatkan kemampuan pertahanan Arab Saudi, diharapkan dapat menurunkan ketergantungan terhadap sistem pertahanan mahal seperti Patriot, sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan pasukan AS dan sekutu NATO. Pihak AS juga menegaskan bahwa penjualan tidak akan mengganggu kesiapan militer Amerika Serikat secara keseluruhan.
Ancaman dari kelompok Houthi di Yaman menjadi latar belakang utama dari persetujuan ini. Pada 13 Juli, Houthi menembakkan rudal ke Bandara Abha, yang memicu kekhawatiran atas eskalasi konflik. Pernyataan pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, mengancam akan menyerang infrastruktur vital Arab Saudi jika Riyadh terlibat dalam eskalasi. Di sisi lain, ketegangan dengan Iran juga memburuk, dengan AS memperketat blokade laut dan meningkatkan operasi militer, yang memperkuat alasan kebijakan penjualan senjata ke Riyadh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

