Asap Karhutla dari Kalimantan Guyur Tiga Negara ASEAN
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menyebabkan kabut asap mencapai Malaysia, Brunei, dan Filipina, memaksa penutupan sekolah dan mengancam kesehatan warga.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan telah menyebar luas hingga menjangkau wilayah-wilayah di Malaysia, Brunei Darussalam, dan bahkan Filipina, menimbulkan kekhawatiran serius di tingkat publik dan pemerintahan. Di Sarawak, Indeks Pencemaran Udara (IPU) mencapai level "tidak sehat", sehingga otoritas pendidikan setempat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di lima wilayah, termasuk Kuching dan Samarahan. Warga setempat, seperti Muhammad Fazli Bendaud, mengungkapkan kecemasan menyusul semakin tebalnya kabut yang berasal dari sumber di Indonesia, yang menyebabkan anak-anak tidak bisa bersekolah seperti biasa.
Di Brunei, kondisi udara menurun drastis, dengan munculnya keluhan kesehatan ringan seperti batuk dan iritasi mata. Sementara di Filipina, kabut asap dari Kalimantan telah terdeteksi di wilayah Luzon, termasuk Metro Manila, Calabarzon, dan Mimaropa. Pemerintah setempat, melalui Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB), melaporkan kualitas udara di sejumlah distrik mencapai kategori "sangat tidak sehat", sehingga sekolah negeri di Kota Quezon menangguhkan kegiatan tatap muka. Warga diminta memakai masker khusus seperti N95 dan menghindari aktivitas di luar ruangan.
Seorang ibu tunggal, Estela Lata, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesehatan kedua putrinya yang kini mengikuti pembelajaran daring. Ia dan keluarganya mulai mengenakan masker bahkan di dalam rumah, karena takut anak-anak terkena batuk dan flu akibat paparan asap. Profesor Victoria Lagao dari Malabon, Metro Manila, bahkan didiagnosa mengalami sinusitis sejak Sabtu (29/08), yang ia kaitkan langsung dengan kualitas udara buruk akibat karhutla. Ia menyebut pentingnya tindakan kolektif, termasuk penanaman pohon, untuk mengurangi dampak jangka panjang.
Pada 22 Agustus, Malaysia dan Brunei Darussalam memutuskan membawa isu asap lintas batas ke forum ASEAN melalui Konsultasi Pemimpin Tahunan Malaysia-Brunei ke-27 di Bandar Seri Begawan. Mekanisme ini diatur dalam ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution, yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014. Namun, pakar hukum internasional dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Satria Unggul Wicaksana, menilai tindakan ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menangani permasalahan secara mandiri, sekaligus menunjukkan ketidakmampuan menyelesaikan krisis lingkungan secara efektif.
Berdasarkan data Mapbiomas Fire, luas area terbakar di Indonesia periode Januari–Juni 2026 mencapai 178.232 hektare—setara tiga kali luas Singapura—jauh melampaui klaim resmi dari Kementerian Kehutanan yang hanya menyebutkan 107.465,47 hektare. Di antaranya, 40.016 hektare merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan. Meskipun operasi pemadaman darat dan udara terus dilakukan, tidak ada tanda penurunan signifikan dalam jumlah kebakaran, menunjukkan sistem pemantauan dan penanganan masih belum optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

