ASEAN-ID Conference Perkuat Norma TAC Menuju Visi 2045
Konferensi akademik memperingati 50 tahun TAC dengan fokus pada penguatan prinsip damai dan kerja sama regional menuju komunitas ASEAN 2045.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam rangka memperingati lima dekade sejak penandatanganan Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri menggelar konferensi akademik bersama President University. Acara berlangsung di Auditorium Charles Himawan, Cikarang, Bekasi, dan mengusung tema "The 50 Year Journey of the TAC in ASEAN and Strengthening ASEAN Norms to Achieve the ASEAN Community Vision 2045". Kegiatan ini menjadi momen refleksi terhadap perkembangan prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi kerja sama di kawasan.
Konferensi dihadiri oleh duta besar dan perwakilan negara-negara ASEAN serta mitra strategis, termasuk perwakilan Sekretariat ASEAN, lembaga riset, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk mengevaluasi relevansi TAC dalam konteks tantangan keamanan regional modern, serta memperkuat konsensus bersama atas norma-norma kerja sama yang menopang stabilitas dan perdamaian.
TAC yang ditandatangani di Bali pada 24 Februari 1976 lahir dari keinginan kuat untuk menstabilkan kawasan yang sempat terguncang oleh ketegangan ideologis dan konflik lintas negara. Lima puluh tahun kemudian, prinsip utama seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, serta penolakan terhadap ancaman atau penggunaan kekuatan tetap menjadi fondasi utama dalam hubungan antarnegara ASEAN. Keberlanjutan nilai-nilai ini menjadi kunci dalam mewujudkan Visi ASEAN Community 2045.
Para peserta menekankan pentingnya memperkuat kerja sama akademik dan kebijakan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang terus berubah. Dengan menggali pengalaman historis dan menganalisis tantangan masa kini, konferensi berupaya memperkuat kerangka normatif yang mampu menjawab isu-isu kompleks seperti ketegangan maritim, ketahanan kawasan, dan keterlibatan aktif negara-negara besar.
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah memperkuat komitmen kolektif terhadap prinsip-prinsip TAC sebagai alat strategis dalam membangun komunitas yang damai, stabil, dan berkelanjutan. Dengan dialog intensif antarakademisi dan pelaku kebijakan, diharapkan muncul pendekatan baru yang konsisten, inklusif, dan berbasis nilai untuk mewujudkan visi ASEAN 2045 secara kolektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


