Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ASEAN-ID Conference Perkuat Norma TAC Menuju Visi 2045

Konferensi akademik memperingati 50 tahun TAC dengan fokus pada penguatan prinsip damai dan kerja sama regional menuju komunitas ASEAN 2045.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
ASEAN-ID Conference Perkuat Norma TAC Menuju Visi 2045
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dalam rangka memperingati lima dekade sejak penandatanganan Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri menggelar konferensi akademik bersama President University. Acara berlangsung di Auditorium Charles Himawan, Cikarang, Bekasi, dan mengusung tema "The 50 Year Journey of the TAC in ASEAN and Strengthening ASEAN Norms to Achieve the ASEAN Community Vision 2045". Kegiatan ini menjadi momen refleksi terhadap perkembangan prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi kerja sama di kawasan.

Konferensi dihadiri oleh duta besar dan perwakilan negara-negara ASEAN serta mitra strategis, termasuk perwakilan Sekretariat ASEAN, lembaga riset, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk mengevaluasi relevansi TAC dalam konteks tantangan keamanan regional modern, serta memperkuat konsensus bersama atas norma-norma kerja sama yang menopang stabilitas dan perdamaian.

TAC yang ditandatangani di Bali pada 24 Februari 1976 lahir dari keinginan kuat untuk menstabilkan kawasan yang sempat terguncang oleh ketegangan ideologis dan konflik lintas negara. Lima puluh tahun kemudian, prinsip utama seperti penghormatan terhadap kedaulatan, non-intervensi, serta penolakan terhadap ancaman atau penggunaan kekuatan tetap menjadi fondasi utama dalam hubungan antarnegara ASEAN. Keberlanjutan nilai-nilai ini menjadi kunci dalam mewujudkan Visi ASEAN Community 2045.

Para peserta menekankan pentingnya memperkuat kerja sama akademik dan kebijakan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang terus berubah. Dengan menggali pengalaman historis dan menganalisis tantangan masa kini, konferensi berupaya memperkuat kerangka normatif yang mampu menjawab isu-isu kompleks seperti ketegangan maritim, ketahanan kawasan, dan keterlibatan aktif negara-negara besar.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah memperkuat komitmen kolektif terhadap prinsip-prinsip TAC sebagai alat strategis dalam membangun komunitas yang damai, stabil, dan berkelanjutan. Dengan dialog intensif antarakademisi dan pelaku kebijakan, diharapkan muncul pendekatan baru yang konsisten, inklusif, dan berbasis nilai untuk mewujudkan visi ASEAN 2045 secara kolektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya