Asing Borong Saham Perbankan, Net Buy Capai Rp2 Triliun
Investor asing mencatatkan net buy Rp2,03 triliun dalam satu hari, didorong pembelian besar pada saham bank dan tambang, yang mendorong penguatan IHSG hingga 1,14%.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Investor asing kembali menunjukkan minat kuat terhadap pasar modal Indonesia pada perdagangan Selasa (1/9/2026), dengan catatan net buy harian mencapai Rp2,03 triliun. Aksi beli terfokus pada emiten sektor perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang menjadi saham dengan aliran dana asing terbesar. Pembelian asing terhadap BBRI mencapai Rp1,15 triliun, sementara penjualan berada di level Rp305,9 miliar, sehingga menghasilkan net buy sebesar Rp841 miliar.
Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target pembelian asing dengan net buy Rp435,4 miliar. Nilai pembelian mencapai Rp646,8 miliar, sedangkan penjualan sebesar Rp211,5 miliar. Sementara itu, saham tambang juga mengalami minat tinggi, dengan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat net buy Rp183,2 miliar dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar Rp179,5 miliar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masing-masing mencatat net buy sebesar Rp172,3 miliar.
Di sisi lain, sejumlah emiten mengalami aksi jual asing signifikan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan net sell terbesar, mencapai Rp152,5 miliar, disusul KOTA dengan net sell Rp92,7 miliar dan ISAT sebesar Rp84 miliar. Saham EMAS juga tercatat mengalami penjualan asing sebesar Rp64,1 miliar, sementara BRMS dan ITMG masing-masing mengalami penjualan asing sebesar Rp40 miliar dan Rp39,5 miliar.
Penguatan aliran modal asing turut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup perdagangan di level 6.599,94, naik 1,14% atau 74,46 poin. Kenaikan ini didorong dominan oleh kinerja saham perbankan, dengan BBRI menjadi kontributor utama penguatan indeks sebesar 13,98 poin, disusul BBCA (9,39 poin) dan BMRI (7,82 poin).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

