Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp871 Miliar, 10 Saham Ini Paling Banyak Dilepas

Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp871,36 miliar pada perdagangan Rabu, dengan Bank Central Asia dan GoTo menjadi yang paling banyak dilepas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Asing Jual Bersih Rp871 Miliar, 10 Saham Ini Paling Banyak Dilepas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (7/10/2026), menutup sesi di level 6.146,72 setelah turun 0,75%. Gerakan penurunan ini terjadi setelah dua hari berturut-turut menguat, menandai kembali tekanan dari aliran modal asing yang terus berlanjut. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 378 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 258 saham yang mencatat kenaikan, dengan 157 saham stagnan.

Aktivitas pasar menunjukkan volume transaksi sebesar 484,18 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp36,20 triliun yang terjadi dalam 1,53 juta kali transaksi. Di tengah dinamika tersebut, investor asing kembali mencatat penjualan bersih (net sell) sebesar Rp871,36 miliar, dengan rincian Rp828,65 miliar di pasar reguler dan Rp42,72 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Penjualan besar ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong koreksi indeks.

Dari daftar saham yang paling banyak dilepas, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati posisi teratas dengan penjualan bersih asing mencapai Rp299,69 miliar. Diikuti oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp147,37 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan Rp41,48 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang tercatat Rp30,74 miliar. Sementara itu, saham-saham seperti Chandra Asri Pacific (TPIA), Aneka Tambang (ANTM), Darma Henwa (DEWA), United Tractors (UNTR), Amman Mineral (AMMN), dan Timah (TINS) juga masuk dalam 10 besar penjualan asing terbesar.

Ketiga belas saham ini menunjukkan pola keluaran modal asing yang signifikan, khususnya di sektor perbankan, teknologi, tambang, dan infrastruktur. Penjualan bersih yang terjadi pada hari tersebut mencerminkan kehati-hatian investor asing dalam menghadapi volatilitas pasar global dan kondisi ekonomi domestik yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun demikian, penurunan IHSG belum menunjukkan gejala pelemahan fundamental, melainkan lebih didorong oleh pergerakan modal asing jangka pendek.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya