Asing Jual Bersih Rp871 Miliar, 10 Saham Ini Paling Banyak Dilepas
Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp871,36 miliar pada perdagangan Rabu, dengan Bank Central Asia dan GoTo menjadi yang paling banyak dilepas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 09.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (7/10/2026), menutup sesi di level 6.146,72 setelah turun 0,75%. Gerakan penurunan ini terjadi setelah dua hari berturut-turut menguat, menandai kembali tekanan dari aliran modal asing yang terus berlanjut. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 378 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 258 saham yang mencatat kenaikan, dengan 157 saham stagnan.
Aktivitas pasar menunjukkan volume transaksi sebesar 484,18 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp36,20 triliun yang terjadi dalam 1,53 juta kali transaksi. Di tengah dinamika tersebut, investor asing kembali mencatat penjualan bersih (net sell) sebesar Rp871,36 miliar, dengan rincian Rp828,65 miliar di pasar reguler dan Rp42,72 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Penjualan besar ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong koreksi indeks.
Dari daftar saham yang paling banyak dilepas, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menempati posisi teratas dengan penjualan bersih asing mencapai Rp299,69 miliar. Diikuti oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp147,37 miliar, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan Rp41,48 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang tercatat Rp30,74 miliar. Sementara itu, saham-saham seperti Chandra Asri Pacific (TPIA), Aneka Tambang (ANTM), Darma Henwa (DEWA), United Tractors (UNTR), Amman Mineral (AMMN), dan Timah (TINS) juga masuk dalam 10 besar penjualan asing terbesar.
Ketiga belas saham ini menunjukkan pola keluaran modal asing yang signifikan, khususnya di sektor perbankan, teknologi, tambang, dan infrastruktur. Penjualan bersih yang terjadi pada hari tersebut mencerminkan kehati-hatian investor asing dalam menghadapi volatilitas pasar global dan kondisi ekonomi domestik yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun demikian, penurunan IHSG belum menunjukkan gejala pelemahan fundamental, melainkan lebih didorong oleh pergerakan modal asing jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Swasta Diperkuat, Hambatan Investasi Diselesaikan Langsung
Pemerintah fokus atasi bottleneck yang menghambat investasi swasta dan perluas akses ekonomi rakyat melalui pendampingan dan kebijakan terintegrasi.
8 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026–2027
Pemerintah kembali akan memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPN DTP untuk menekan harga tiket pesawat pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027.
8 Oktober 2026

Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dorong Efisiensi Operasional
Pemerintah berikan insentif bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat, berdampak langsung pada penghematan operasional maskapai hingga Rp640 miliar dan industri MRO Rp431 miliar pada 2025.
8 Oktober 2026

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham POLA dan CSMI
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham POLA dan CSMI untuk menstabilkan pasar dan melindungi investor dari volatilitas tinggi.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Sambut Kerja Sama Militer Turki-Pakistan untuk Arab Saudi
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Larangan Tahan Ijazah Jadi Sorotan
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.18 WITA

Jaguar Meluncurkan Type 01, Mobil Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh 724 Km
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil di Oktober 2026
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Investasi Rp3,6 Triliun ke Migas AS, ENRG Perluas Portofolio Global
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Dana Haji Tetap Stabil, BPKH Tegaskan Tidak Akan Habis 2027
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Terjaga di Angka US$146,3 Miliar
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.17 WITA

IHSG Melemah di Sesi I, BYAN Jadi Penekan Utama
Kamis, 8 Oktober 2026, 09.16 WITA

