Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BAJO-QUEST Dorong Pendidikan Anak Suku Bajo Lewat Edukasi Digital

Program BAJO-QUEST hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan akses pendidikan anak Suku Bajo di Sulawesi Tenggara melalui platform edukasi digital berbasis permainan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BAJO-QUEST Dorong Pendidikan Anak Suku Bajo Lewat Edukasi Digital
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Program BAJO-QUEST resmi diluncurkan sebagai upaya mendukung inklusi pendidikan bagi anak-anak dari komunitas Suku Bajo di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui pendekatan berbasis permainan interaktif, inisiatif ini dirancang untuk mengatasi hambatan akses pendidikan yang selama ini menjadi tantangan utama di daerah terpencil dan terpencil secara geografis. Dengan menggabungkan konten lokal dan bahasa daerah, program ini menyediakan materi pembelajaran yang relevan dan mudah dipahami oleh anak-anak di komunitas maritim.

Setiap modul edukasi dirancang untuk menumbuhkan minat belajar sejak dini, dengan fokus pada literasi dasar, numerasi, serta nilai-nilai budaya lokal. Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan bagi pendamping lokal untuk memastikan keberlanjutan dan keberdayaan komunitas. Pemanfaatan teknologi digital dalam bentuk aplikasi mobile memungkinkan anak-anak mengakses materi kapan saja dan di mana saja, meskipun terpisah oleh lautan.

Dalam uji coba awal, lebih dari 150 anak dari lima desa pesisir telah terlibat dalam program ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman materi pelajaran, dengan rata-rata kenaikan nilai ujian harian sebesar 35 persen setelah tiga bulan penggunaan. Keterlibatan aktif anak-anak juga meningkat, terlihat dari tingkat kehadiran yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.

Tujuan utama BAJO-QUEST bukan hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan identitas budaya anak-anak Suku Bajo. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum digital, program ini berupaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya mampu bersekolah, tetapi juga membanggakan asal-usul mereka. Di masa depan, rencana pengembangan mencakup ekspansi ke wilayah lain di Sulawesi dan Maluku.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya