Bantuan Pangan Tersalurkan di Papua dan Maluku, Jamin Ketersediaan hingga Pelosok
Penyaluran bantuan pangan beras bagi 1,1 juta penerima di Papua Barat Daya dan Maluku telah dimulai, menjamin akses pangan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah bersama Perum BULOG terus mempercepat distribusi bantuan pangan beras kepada masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua Barat Daya dan Maluku, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Peninjauan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Direktur Utama BULOG dilakukan di Sorong dan Ambon pada 2 September 2026, menandai mulainya penyaluran alokasi Juli hingga September 2026. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, total 30 kilogram dalam tiga bulan, dengan fokus pada wilayah yang menghadapi tantangan logistik dan geografis tinggi.
Di Papua Barat Daya, sebanyak 83.342 penerima bantuan menerima alokasi 2,5 juta kilogram beras, tersebar di lima kabupaten dan satu kota. Kota Sorong menjadi fokus utama dengan 35.348 penerima dan distribusi 1,06 juta kilogram, termasuk di Kelurahan Malabutor yang menerima 55.830 kilogram untuk 1.861 keluarga. Sementara di Maluku, 265.900 penerima menerima total 7.977 ton beras, dengan Kota Ambon menyerap 761.490 kilogram untuk 25.383 penerima, termasuk 3.538 penerima di Kecamatan Teluk Ambon dan 349 di Desa Wayame yang menerima 10.470 kilogram.
Menteri Koordinator Bidang Pangan menekankan urgensi percepatan penyaluran menyusul musim kemarau dan potensi kenaikan harga pangan. “Kita perlu antisipasi, karena saat ini bukan musim panen, harga bisa melonjak. Bantuan pangan harus hadir tepat waktu agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya saat meninjau penyaluran di Desa Wayame. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk jaring pengaman sosial yang harus sampai secara merata dan tanpa kendala.
Direktur Utama BULOG menegaskan kesiapan infrastruktur dan jaringan distribusi untuk menjangkau wilayah terpencil. Ia menekankan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri sebagai kunci keberhasilan, serta komitmen menjaga kualitas beras sesuai perintah Presiden. “Kualitas beras harus terbaik, karena ini menyangkut kredibilitas pemerintah dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya. Hingga saat ini, penyaluran di Maluku telah mencapai sekitar 60 persen, dengan BULOG terus mempercepat sisa distribusi.
Pendistribusian bantuan pangan ini menunjukkan komitmen pemerintah dan BULOG dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat di wilayah terluar. Dengan dukungan cadangan pangan yang kuat, sistem pergudangan yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor, penyaluran dijamin tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan berkualitas, bahkan hingga ke daerah terpencil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


