Bantuan Pendidikan untuk Anak PMI di Malaysia
Pemerintah menyalurkan bantuan pendidikan senilai RM12,500 kepada 25 anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, sekaligus memperkuat perlindungan keluarga melalui penegasan kewarganegaraan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam melindungi keberlangsungan kehidupan keluarga pekerja migran melalui penyaluran bantuan pendidikan kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang tinggal di Malaysia. Sebanyak 25 anak, tersebar di berbagai sanggar bimbingan, masing-masing menerima dana sebesar 500 Ringgit Malaysia, sehingga total bantuan mencapai 12.500 RM. Aksi ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak PMI tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak, meskipun tumbuh jauh dari tanah air.
Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang menekankan bahwa perlindungan tidak boleh terbatas pada aspek keberangkatan, penempatan, atau kepulangan pekerja. Harapan besar terletak pada masa depan anak-anak yang menjadi tulang punggung keluarga pekerja migran. "Negara hadir bukan hanya untuk pekerjanya, tetapi juga untuk keluarganya yang menanti di rumah," tegas Menteri, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh keluarga PMI.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kuala Lumpur, diselenggarakan pula penyerahan Surat Penegasan Status Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Kementerian Hukum. Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan hak konstitusional warga negara Indonesia di luar negeri tetap terjamin. Hingga kini, sebanyak 2.341 warga negara Indonesia di luar negeri telah mendapatkan penegasan status kewarganegaraan, dengan dominasi 95,56 persen berada di Malaysia. Proses ini dilakukan melalui verifikasi administratif yang ketat, sesuai ketentuan Peraturan Menteri Hukum Nomor 6 Tahun 2025.
Kolaborasi antar kementerian ini menunjukkan bahwa perlindungan PMI tidak hanya urusan tenaga kerja, tetapi juga mencakup aspek hukum, administrasi kependudukan, dan kesejahteraan keluarga. Dengan memastikan kepastian identitas dan kewarganegaraan, anak-anak PMI memiliki akses lebih mudah terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hukum. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari jumlah pekerja yang berangkat, tetapi dari sejauh mana keluarga yang ditinggalkan tetap terlindungi dan memiliki kesempatan yang setara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

