Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Penganiayaan di Polda Metro Jaya

Artis muda Betrand Peto menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di klub malam SCBD, menegaskan dirinya merasa sedang mendapat teguran spiritual dari Tuhan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Betrand Peto Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Penganiayaan di Polda Metro Jaya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Betrand Peto resmi menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin malam (21/9), sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang berawal dari keributan di sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut tercatat dalam laporan resmi bernomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, yang diterima polisi pada 14 September 2026. Ia mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan ini menjadi refleksi pribadi, menyebutnya sebagai bentuk teguran dari Tuhan untuk lebih berhati-hati di masa depan.

Kasus ini merupakan tindak lanjut dari pelaporan yang dilakukan oleh Bebby Hatami terhadap perempuan berinisial DYP, yang mengaku mengalami kekerasan fisik saat terjadi bentrokan antarkelompok. Sebelumnya, dua pelapor lain, ANW dan DYP, telah melaporkan Betrand Peto dan temannya ke kepolisian, dengan ANW menuding tindak pidana kekerasan seksual, sementara DYP menyeret Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan. Betrand secara tegas membantah tudingan pelecehan seksual yang dilontarkan, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.

Dalam konferensi pers pada Senin (14/9), ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. “Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang,” kata Betrand, menambahkan bahwa ia tidak melakukan tindakan seksual terhadap siapa pun. Ia juga menegaskan komitmen untuk kooperatif sepenuhnya terhadap proses hukum, tanpa menutupi atau memanipulasi fakta yang terjadi.

Kepolisian masih memproses kasus ini secara profesional, dengan mempertimbangkan keterangan saksi dan bukti yang ada. Betrand menyampaikan harapan agar seluruh proses berjalan lancar dan berakhir dengan keadilan, serta meminta dukungan doa dari publik. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menjaga sikap terbuka dan menghargai proses hukum yang sedang berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya