BI-MAS Perkuat Transaksi Bilateral dengan Rupiah-Dolar Singapura
Operasionalisasi kerangka penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan Singapura menggunakan rupiah dan dolar Singapura resmi dimulai, didukung 12 bank di masing-masing negara sebagai pelaksana.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) dan the Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi meluncurkan kerangka penyelesaian transaksi bilateral antara kedua negara menggunakan mata uang lokal pada Senin, 31 Agustus 2026. Langkah ini merupakan realisasi dari nota kesepahaman yang telah disepakati sejak Agustus 2022, serta pedoman operasional yang disetujui pada April 2026, dan kini diwujudkan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 25 Tahun 2026.
Kerangka ini dirancang untuk mendorong pemanfaatan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi lintas negara, sekaligus memperkuat integrasi keuangan di kawasan ASEAN. Dengan adanya kerangka ini, pelaku usaha di Indonesia dan Singapura dapat melakukan transaksi dengan lebih fleksibel, termasuk untuk transaksi berjalan, investasi langsung, dan pembayaran lintas batas, tanpa harus melalui dolar AS sebagai perantara.
Sebanyak 12 bank di Indonesia dan tiga bank di Singapura telah ditunjuk sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi dalam rupiah dan dolar Singapura. Di Indonesia, institusi yang terlibat mencakup BCA, CIMB Niaga, DBS Indonesia, Mandiri, Maybank Indonesia, BNI, OCBC NISP, BPD Jawa Timur, dan UOB Indonesia. Sementara itu, di Singapura, ACCD terdiri dari DBS Bank, OCBC, dan United Overseas Bank.
Fitur utama kerangka ini meliputi kuotasi langsung antara rupiah dan dolar Singapura, serta relaksasi aturan yang mendorong adopsi mata uang lokal. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, menekan biaya transaksi, serta memitigasi risiko nilai tukar bagi pelaku ekonomi. Dengan ini, Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama keuangan regional dengan fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

