Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Blacklight: Kebenaran di Balik Konspirasi FBI

Film thriller Blacklight tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan kisah agen FBI yang terlibat dalam operasi rahasia yang menyeretnya ke dalam perburuan kebenaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Blacklight: Kebenaran di Balik Konspirasi FBI
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Blacklight yang tayang di Bioskop Trans TV pada Selasa, 1 September 2026, pukul 20.00 WIB, menggambarkan narasi tegang tentang seorang agen senior FBI yang terlibat dalam skandal pemerintah tersembunyi. Dibintangi Liam Neeson sebagai Travis Block, mantan tentara Vietnam yang kini bekerja di FBI, film ini mengungkap konflik antara loyalitas dan keadilan saat ia diberi misi terakhir yang justru membuka tabir kejahatan sistemik.

Ketika aktivis kesetaraan Sofia Flores tewas dalam kecelakaan yang diduga disengaja usai berpidato di Washington D.C., kejadian itu memicu gelombang protes dan kekhawatiran publik terhadap perlindungan terhadap tokoh-tokoh yang berani bersuara. Kematian Flores tidak hanya menjadi tragedi pribadi, tetapi juga titik balik dalam pencarian kebenaran yang akan mengguncang struktur kekuasaan.

Block, yang sebenarnya ingin pensiun, dipaksa kembali bertugas untuk melindungi Dusty Crane, seorang agen menyamar yang mengklaim memiliki bukti terkait kematian Flores. Namun, Crane tewas dalam penyerangan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal, memicu Block untuk menyelidiki lebih dalam. Dalam perjalanannya, ia bertemu jurnalis Mira Jones, yang mengungkap adanya program rahasia bernama Operation Unity yang melanggar hak warga sipil.

Program tersebut, menurut Jones, dikendalikan oleh pihak dalam FBI dan beroperasi tanpa transparansi, dengan korban yang tak bersalah seperti Flores menjadi sasaran. Block kini berada dalam posisi sulit: antara mempertahankan karier dan memilih kebenaran, meski berisiko besar bagi nyawanya. Film ini menyoroti kompleksitas moral dalam lembaga negara yang seharusnya melindungi warga, tetapi justru menjadi ancaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya