BPS Prioritaskan Dana untuk Satker Daerah di Anggaran 2027
Anggaran BPS 2027 disetujui sebesar Rp6,48 triliun, dengan 77,18 persen dialokasikan untuk BPS kabupaten/kota guna mendukung pelaksanaan statistik nasional secara merata dan efisien.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komisi X DPR RI telah menyetujui pagu anggaran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp6,48 triliun setelah melalui lima tahap pembahasan. Dari total tersebut, sebesar Rp4,999 triliun atau setara 77,18 persen dialokasikan secara khusus untuk satuan kerja (satker) di tingkat kabupaten dan kota. Alokasi ini menekankan komitmen pemerintah terhadap penguatan sistem statistik di daerah sebagai fondasi kebijakan berbasis data nasional.
Pagu anggaran dibagi berdasarkan program utama, dengan 43,51 persen atau Rp2,82 triliun digunakan untuk Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS), mencakup kegiatan rutin, periodik, dan inovasi baru. Sementara itu, 56,49 persen atau Rp3,66 triliun dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen (Dukman), yang mencakup gaji pegawai, operasional kantor, dan pembiayaan nonoperasional. Belanja operasional mencapai Rp3,57 triliun, sedangkan belanja nonoperasional sebesar Rp2,91 triliun.
BPS menyampaikan bahwa meski anggaran telah disetujui, masih belum mencukupi kebutuhan operasional dan program prioritas nasional. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan tambahan dana sebesar Rp1,473 triliun untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan strategis. Rinciannya, Rp926,30 miliar dibutuhkan untuk PPIS, termasuk pendanaan Survei Ekonomi Terintegrasi pasca-Sensus Ekonomi 2026, dan Rp546,87 miliar untuk Dukman, guna revitalisasi gedung kantor serta pemulihan kantor yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Flores Nusa Tenggara Timur.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan metodologi statistik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan statistik nasional bergantung pada kapasitas SDM yang kompeten, efisiensi teknologi, dan akurasi data guna mendukung kebijakan pembangunan yang berbasis bukti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


