Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bulog Sultra Capai 72 Persen Target Serap Gabah di Tengah Kemarau

Perum Bulog Kanwil Sultra telah menyerap 168.568 ton gabah hingga Agustus 2026, mencapai 72 persen dari target tahunan 233.534 ton, meski menghadapi tantangan musim kemarau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bulog Sultra Capai 72 Persen Target Serap Gabah di Tengah Kemarau
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara terus menunjukkan komitmennya dalam menopang ketahanan pangan daerah dengan menyerap gabah petani secara intensif, meskipun berada di tengah musim kemarau yang berdampak pada produktivitas tanam. Hingga bulan Agustus 2026, total volume gabah yang diserap mencapai 168.568 ton, menunjukkan progres signifikan terhadap target tahunan sebesar 233.534 ton. Angka ini menunjukkan realisasi sebesar 72 persen dari target yang ditetapkan.

Kinerja ini dibarengi dengan peningkatan koordinasi dengan petani, kelompok tani, dan dinas pertanian di wilayah Sulawesi Tenggara. Upaya penyerapan dilakukan secara merata di berbagai kabupaten, termasuk di daerah rawan kekeringan, dengan memanfaatkan jaringan gudang dan sistem logistik yang telah terintegrasi. Tidak hanya menyerap gabah, Bulog juga turut membantu menjaga harga stabil di tingkat petani melalui mekanisme pembelian berbasis harga acuan.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra menegaskan bahwa kondisi iklim bukan penghambat utama bagi kinerja penyerapan. “Kami tetap beroperasi optimal, bahkan memperluas jangkauan ke wilayah yang sebelumnya kurang terjangkau karena keterbatasan akses. Ini bagian dari tanggung jawab strategis terhadap ketahanan pangan daerah,” ujar petinggi yang tak disebutkan namanya dalam keterangan resmi.

Dengan capaian hingga pertengahan tahun, Bulog Sultra berharap mampu menyelesaikan target penyerapan gabah pada akhir tahun. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam memastikan pasokan beras tetap aman, terutama menjelang musim panen berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya