Bupati Dorong Budidaya Melon dan Anggur Berbasis BUMDes
Bupati Lampung Selatan dorong pengembangan melon dan anggur melalui BUMDes sebagai model pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 04.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menekankan pentingnya pengembangan budidaya melon dan anggur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Kunjungan kerja ke kebun BUMDes Merak Berseri di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, menjadi momen strategis untuk mengevaluasi inovasi pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan produksi, pemberdayaan, dan potensi wisata edukasi.
Ia menyampaikan bahwa model yang diterapkan di BUMDes Merak Berseri bukan sekadar produksi komoditas, melainkan sistem yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara menyeluruh. Dengan menggabungkan aspek pertanian, partisipasi masyarakat, dan wisata, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi tinggi.
Untuk memperluas dampaknya, Bupati mengusulkan pendekatan berjenjang mulai dari tingkat RW, kemudian berkembang ke dusun, desa, hingga tingkat kecamatan. Ia menekankan pentingnya penyebaran pengetahuan dan keterampilan melalui pendampingan langsung dari pengelola yang telah sukses. Tujuannya adalah menciptakan pola yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memfasilitasi akses pasar bagi hasil pertanian. Salah satu langkah konkret adalah memanfaatkan kebutuhan pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan menjamin penyerapan hasil produksi, pelaku usaha di desa dapat beroperasi secara stabil dan berkelanjutan.
Di samping itu, Bupati melihat potensi besar dalam pengembangan kawasan budidaya menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Dengan pengelolaan yang terpadu, kegiatan pertanian dapat menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata dan pelayanan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


