Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bupati Dorong Budidaya Melon dan Anggur Berbasis BUMDes

Bupati Lampung Selatan dorong pengembangan melon dan anggur melalui BUMDes sebagai model pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 04.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bupati Dorong Budidaya Melon dan Anggur Berbasis BUMDes
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menekankan pentingnya pengembangan budidaya melon dan anggur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Kunjungan kerja ke kebun BUMDes Merak Berseri di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, menjadi momen strategis untuk mengevaluasi inovasi pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan produksi, pemberdayaan, dan potensi wisata edukasi.

Ia menyampaikan bahwa model yang diterapkan di BUMDes Merak Berseri bukan sekadar produksi komoditas, melainkan sistem yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara menyeluruh. Dengan menggabungkan aspek pertanian, partisipasi masyarakat, dan wisata, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi tinggi.

Untuk memperluas dampaknya, Bupati mengusulkan pendekatan berjenjang mulai dari tingkat RW, kemudian berkembang ke dusun, desa, hingga tingkat kecamatan. Ia menekankan pentingnya penyebaran pengetahuan dan keterampilan melalui pendampingan langsung dari pengelola yang telah sukses. Tujuannya adalah menciptakan pola yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memfasilitasi akses pasar bagi hasil pertanian. Salah satu langkah konkret adalah memanfaatkan kebutuhan pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan menjamin penyerapan hasil produksi, pelaku usaha di desa dapat beroperasi secara stabil dan berkelanjutan.

Di samping itu, Bupati melihat potensi besar dalam pengembangan kawasan budidaya menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Dengan pengelolaan yang terpadu, kegiatan pertanian dapat menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata dan pelayanan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya