Cek Kesehatan Keuangan, Langkah Bijak Hadapi Digitalisasi
Digitalisasi layanan keuangan mempercepat akses pinjaman, namun tanpa pengelolaan finansial yang baik bisa memicu utang berkepanjangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Transformasi digital di sektor keuangan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Kemudahan akses melalui perangkat digital memungkinkan individu memperoleh pendanaan secara instan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun investasi produktif. Proses yang dulu memakan waktu dan harus dilakukan secara langsung kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit hanya dengan satu sentuhan layar.
Namun, di balik kemudahan tersebut tersembunyi risiko yang perlu diwaspadai. Tanpa disiplin dalam pengelolaan keuangan, akses cepat terhadap dana pinjaman dapat memicu kebiasaan boros dan ketergantungan terhadap utang. Banyak masyarakat yang terjebak dalam siklus utang karena tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta kurangnya pemahaman tentang konsekuensi jangka panjang dari pengambilan pinjaman tanpa rencana pengembalian.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebuah diskusi mendalam akan digelar dalam bentuk podcast bertema "Cek Kesehatan Finansial, Cegah Utang Berlebihan". Acara ini menghadirkan narasumber dari industri keuangan digital, termasuk perwakilan dari perusahaan penyedia layanan pinjaman berbasis teknologi. Diskusi dipandu oleh presenter profesional dan akan disiarkan secara langsung melalui platform digital CNN Indonesia pada Jumat, 17 September pukul 19.00 WIB.
Tujuan utama dari diskusi ini adalah memberikan edukasi konkret kepada publik tentang pentingnya mengecek kesehatan keuangan secara berkala, membuat anggaran, serta memahami batasan dalam penggunaan layanan keuangan digital. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa terjebak dalam beban utang yang sulit dilepaskan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


