Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Perbaiki Jalan Rusak Pasca Banjir dalam Hitungan Hari

Tim penyelamat China berhasil memperbaiki jalan utama di Gyirong dalam hitungan hari setelah banjir bandang merusak infrastruktur dan memutus akses vital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Perbaiki Jalan Rusak Pasca Banjir dalam Hitungan Hari
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim respons bencana dari China Anneng Group berhasil membuka kembali sekitar 1,1 kilometer Jalan Raya Nasional G216 di Kabupaten Gyirong, Shigatse, Daerah Otonom Xizang, hanya dalam waktu beberapa hari sejak bencana melanda. Pekerjaan dimulai setelah longsor lumpur dari wilayah Nepal menghantam pelabuhan pada Rabu pagi, menyebabkan kerusakan parah pada jalan utama, serta terputusnya listrik dan jaringan komunikasi. Upaya pemulihan dilakukan dengan fokus pada pembersihan puing, perbaikan struktur jalan, dan penguatan tepian aliran air untuk mencegah erosi lebih lanjut.

Dalam operasi ini, sebanyak 158 personel dan 28 unit alat berat, termasuk ekskavator dan loader, dikerahkan ke lokasi kritis. Namun, kondisi medan yang ekstrem—dengan tebing curam, batuan longsor, dan arus sungai deras—menyulitkan kerja alat berat. Ruang kerja yang sempit dan tanah lunak di dasar sungai menyebabkan peralatan mudah tergelincir. Batu-batu besar yang dipasang untuk menahan aliran air juga sering terseret arus, memperlambat progres pekerjaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim menerapkan sistem estafet, memindahkan batu satu per satu secara manual dan bertahap.

Proses pembentukan kembali dasar jalan dilakukan secara berlapis, dengan batu disusun di tepi aliran air sebagai penahan erosi, lalu diisi dan dipadatkan material tanah. Di area dengan arus paling deras, operator bahkan mengarahkan ekskavator langsung ke dalam air untuk memperpanjang jalan sementara secara bertahap. Langkah ini memungkinkan akses darurat dibuka lebih cepat, memudahkan operasi penyelamatan dan distribusi logistik. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan sistematis dan adaptif terhadap kondisi medan yang dinamis.

Untuk memastikan keselamatan pekerja dan mencegah risiko bencana sekunder, tim menerapkan sistem pemantauan canggih berbasis laser dan kecerdasan buatan. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi perubahan struktural pada tebing, seperti deformasi atau jatuhan batu, serta tanda ketidakstabilan lainnya. Jika sistem mendeteksi ancaman, peringatan langsung dikeluarkan dan jalur evakuasi darurat segera aktif. Pendekatan ini menjamin keamanan operasional sambil tetap mempercepat pemulihan infrastruktur kritis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya