China Perbaiki Jalan Rusak Pasca Banjir dalam Hitungan Hari
Tim penyelamat China berhasil memperbaiki jalan utama di Gyirong dalam hitungan hari setelah banjir bandang merusak infrastruktur dan memutus akses vital.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.51 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tim respons bencana dari China Anneng Group berhasil membuka kembali sekitar 1,1 kilometer Jalan Raya Nasional G216 di Kabupaten Gyirong, Shigatse, Daerah Otonom Xizang, hanya dalam waktu beberapa hari sejak bencana melanda. Pekerjaan dimulai setelah longsor lumpur dari wilayah Nepal menghantam pelabuhan pada Rabu pagi, menyebabkan kerusakan parah pada jalan utama, serta terputusnya listrik dan jaringan komunikasi. Upaya pemulihan dilakukan dengan fokus pada pembersihan puing, perbaikan struktur jalan, dan penguatan tepian aliran air untuk mencegah erosi lebih lanjut.
Dalam operasi ini, sebanyak 158 personel dan 28 unit alat berat, termasuk ekskavator dan loader, dikerahkan ke lokasi kritis. Namun, kondisi medan yang ekstrem—dengan tebing curam, batuan longsor, dan arus sungai deras—menyulitkan kerja alat berat. Ruang kerja yang sempit dan tanah lunak di dasar sungai menyebabkan peralatan mudah tergelincir. Batu-batu besar yang dipasang untuk menahan aliran air juga sering terseret arus, memperlambat progres pekerjaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim menerapkan sistem estafet, memindahkan batu satu per satu secara manual dan bertahap.
Proses pembentukan kembali dasar jalan dilakukan secara berlapis, dengan batu disusun di tepi aliran air sebagai penahan erosi, lalu diisi dan dipadatkan material tanah. Di area dengan arus paling deras, operator bahkan mengarahkan ekskavator langsung ke dalam air untuk memperpanjang jalan sementara secara bertahap. Langkah ini memungkinkan akses darurat dibuka lebih cepat, memudahkan operasi penyelamatan dan distribusi logistik. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan sistematis dan adaptif terhadap kondisi medan yang dinamis.
Untuk memastikan keselamatan pekerja dan mencegah risiko bencana sekunder, tim menerapkan sistem pemantauan canggih berbasis laser dan kecerdasan buatan. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi perubahan struktural pada tebing, seperti deformasi atau jatuhan batu, serta tanda ketidakstabilan lainnya. Jika sistem mendeteksi ancaman, peringatan langsung dikeluarkan dan jalur evakuasi darurat segera aktif. Pendekatan ini menjamin keamanan operasional sambil tetap mempercepat pemulihan infrastruktur kritis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

