Dari Baubau ke Nasional, Dokter Kebidanan Dorong Kesehatan Ibu dan Anak
Dokter spesialis kebidanan dari Baubau memperkuat akses layanan kesehatan ibu dan anak melalui program pencegahan dan edukasi di tingkat desa.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 BahdinKendari, ıNarasikita - Seorang dokter spesialis kebidanan asal Baubau kini menjadi motor perubahan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang obstetri dan ginekologi, ia menginisiasi serangkaian kegiatan edukasi kesehatan yang menyasar masyarakat pedesaan. Program ini dirancang untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, terutama di daerah terpencil yang minim akses fasilitas medis.
Melalui pendekatan langsung ke desa-desa terpencil, dokter tersebut menyelenggarakan pelatihan bagi bidan desa dan kader kesehatan. Fokus utama adalah deteksi dini risiko kehamilan, persiapan persalinan aman, serta pemberian nutrisi yang tepat bagi ibu dan anak. Setiap kegiatan dilengkapi dengan simulasi tindakan darurat dan pendampingan langsung selama proses persalinan. Hasilnya, sejumlah desa telah mencatat penurunan signifikan dalam angka kematian ibu bersalin dalam dua tahun terakhir.
Dalam wawancara singkat, ia menegaskan bahwa kunci kesuksesan program bukan hanya teknis, tetapi juga keterlibatan masyarakat. “Kami tidak hanya membawa obat atau alat, tapi juga membangun kepercayaan dan kesadaran,” ujarnya. Ia menyebut bahwa banyak ibu yang awalnya enggan melahirkan di fasilitas kesehatan karena takut atau kurang informasi, kini mulai menyadari pentingnya perawatan prenatal dan persalinan yang terkendali.
Upaya ini telah menarik perhatian pemerintah daerah dan lembaga kesehatan nasional. Beberapa desa yang menjadi pilot project kini menjadi model bagi wilayah lain di Sulawesi dan Maluku. Dokter tersebut berharap inisiatif ini bisa menyebar luas, bukan hanya sebagai program lokal, tetapi sebagai bagian dari sistem kesehatan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: setiap ibu di Indonesia, terlepas dari lokasi tinggal, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

