Duel Tarik Rambut di Konawe Viral, Polisi Periksa Pelaku
Seorang warga Konawe viral karena rekaman aksi tarik rambut dengan pria lain, berawal dari perselisihan pribadi, kini telah diproses hukum oleh polisi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Peristiwa tarik rambut yang sempat menjadi perbincangan di media sosial di wilayah Konawe kini telah masuk dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Aksi yang terekam dalam video pendek tersebut menunjukkan dua pria terlibat perdebatan hingga berujung pada fisik, namun tanpa perkelahian berkepanjangan atau cedera serius. Kedua belah pihak diketahui memiliki riwayat perselisihan sebelumnya yang memicu eskalasi emosional.
Berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian setempat, pelaku telah diperiksa secara resmi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Proses penyidikan dilakukan untuk memastikan apakah tindakan yang dilakukan termasuk dalam kategori tindak pidana kekerasan atau masih tergolong konflik pribadi yang tidak melibatkan ancaman serius. Polisi menegaskan bahwa tindakan seperti ini tetap dapat diproses sesuai peraturan perundang-undangan, terlepas dari bentuknya yang tidak mengandung pukulan atau senjata.
Video yang tersebar luas di berbagai platform digital ini mengundang berbagai respons dari masyarakat, sebagian menyayangkan tindakan yang tidak terkendali, sementara lainnya memandangnya sebagai bentuk ekspresi emosi yang berlebihan namun tidak mengancam. Namun, pihak kepolisian tetap menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan secara damai dan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan fisik.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang dampak dari emosi yang tidak terkelola, terutama di tengah maraknya konten viral yang bisa memperbesar konflik. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan rekaman yang mengandung kekerasan tanpa verifikasi, serta memilih jalur hukum untuk menyelesaikan perselisihan. Proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur tanpa ada intervensi yang memengaruhi keadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


