E-Notary Berbasis AI Siap Rampung Akhir 2026
Pemerintah menargetkan sistem e-Notary berbasis kecerdasan buatan selesai dibangun pada akhir tahun 2026 untuk memudahkan penyimpanan dan akses akta notaris secara digital.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 17x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa sistem e-Notary berbasis kecerdasan buatan (AI) ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Tujuan utamanya adalah mempercepat transformasi layanan kenotariatan ke ranah digital, khususnya dalam penyimpanan dan pengelolaan akta notaris secara elektronik melalui server berbasis cloud milik Kementerian Hukum.
Dengan sistem ini, notaris tidak lagi perlu menyewa gudang atau ruangan khusus untuk menyimpan minuta akta. Seluruh dokumen akan tersimpan secara aman dan terenkripsi, siap diakses kapan saja oleh pihak berkepentingan, termasuk aparat penegak hukum dalam proses penyidikan, penuntutan, atau pemeriksaan di pengadilan.
Menkum menekankan bahwa biaya iuran tahunan PNBP sebesar Rp500 ribu per akun jauh lebih ringan dibandingkan biaya operasional tradisional seperti sewa tempat, perawatan fisik dokumen, dan tenaga penyimpanan. Ia menilai manfaat ekonomi dan efisiensi yang ditawarkan sistem ini sangat signifikan bagi profesi notaris.
Saat ini, pembangunan sistem berjalan secara bertahap. Di tingkat administrasi, layanan seperti pendaftaran PT, jaminan fidusia, dan pelaporan wasiat sudah menggunakan platform AHU Online secara wajib. Untuk pembuatan akta autentik secara digital, Kemenkum sedang menyiapkan peraturan menteri sebagai dasar hukum pelaksanaan, yang akan memungkinkan seluruh proses kontrak dan akta perjanjian dilakukan sepenuhnya secara elektronik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 85,8% Progres Fisik
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Program Satu Orang Satu Rekening Siap Diluncurkan 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA

Laba ADHI Melonjak 247% di Kuartal III, Didorong Efisiensi Biaya
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA

Fadli Zon Soroti Kekhawatiran Reformasi Bursa Pasca Anjloknya IHSG
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA

Telkom Selesaikan Buyback Saham Senilai Rp36,54 Miliar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA

INDY Perluas Bisnis Energi Terbarukan Lewat JV Baru
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA

