Ekspor Beras Premium ke Malaysia Tanda Kemandirian Pangan
Indonesia resmi mengekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia, sejalan dengan upaya menjaga kecukupan stok domestik hingga 2027 meski harga beras naik secara bertahap.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Malaysia untuk ekspor perdana beras premium sebanyak 1.000 ton, membuka peluang ekspor hingga 200 ribu ton dalam waktu dekat dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun. Keberhasilan ini disebut sebagai bukti kemandirian pangan nasional yang kian kuat, terutama menyusul pencapaian produksi beras yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam pernyataannya, pejabat pemerintah menegaskan bahwa ekspor ini dilakukan tanpa mengorbankan ketersediaan beras bagi masyarakat dalam negeri. Stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Mei 2027. Proyeksi FAO juga menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026-2027 diperkirakan mencapai 38,6 juta ton, menjadikannya produsen beras terbesar keempat di dunia, setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh.
Namun, di tengah melimpahnya stok dan tanda-tanda ekspor, harga beras di pasar mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 mencapai Rp14.213 per kilogram, naik 5,52 persen dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada beras premium, yang melonjak 10,07 persen secara tahunan. Di sejumlah wilayah seperti Palembang dan Malang, beras premium kemasan 5 kg bahkan sulit ditemukan di pasar tradisional dan ritel modern.
Pengamat ekonomi pertanian menilai fenomena ini bukan disebabkan oleh kelangkaan fisik, melainkan akibat struktur produksi yang terus menghadapi tekanan biaya. Harga gabah di tingkat petani kini jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg yang berlaku sejak Februari 2025, dengan realisasi lapangan mencapai Rp7.700 hingga Rp8.000 per kg. Hal ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara kebijakan harga dan realitas pasar, yang berdampak pada kenaikan harga di semua lapisan distribusi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Pertemuan soal Obligasi Daerah
DPR mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyelesaikan perbedaan pandangan terkait rencana penerbitan obligasi senilai Rp5,6 triliun melalui pertemuan berbasis data dan aturan.
14 September 2026

Bos Konsultan Tambang Diduga Kelabui Pajak Rp38,4 Miliar
Direktur utama perusahaan konsultan pertambangan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menghindari pembayaran PPN senilai Rp38,4 miliar dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp3 miliar.
14 September 2026

Tuan Tanah Belanda Kuasai Matraman 41 Tahun
Seorang warga Belanda, J.M.L. Bohl, menguasai lahan Matraman seluas 400 hektare selama 41 tahun sejak 1879 hingga 1920, sebelum meninggal dunia di usia 72 tahun.
14 September 2026

IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi
Indeks saham diprediksi melemah awal pekan ini dengan kisaran 6.370 hingga 6.705, didorong tekanan jual dan potensi koreksi lebih lanjut.
14 September 2026
Berita Lainnya

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA
Senin, 14 September 2026, 07.41 WITA

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Kumpul Kebo Meningkat di Sulawesi Tenggara, Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

BGN Periksa Ulang 13.261 Dapur MBG, Bisa Dibekukan Jika Tak Memenuhi Syarat
Senin, 14 September 2026, 07.31 WITA

Celine Dion Tampil Perdana Setelah Enam Tahun, Rayakan Kemenangan atas Penyakit Langka
Senin, 14 September 2026, 07.21 WITA
Kumpul Kebo Melonjak, Sulawesi Tenggara Jadi Tren Terbesar di Tengah Tantangan Hukum dan Ekonomi
Senin, 14 September 2026, 07.20 WITA
Utang Whoosh Rp 116 Triliun Dicicil 80 Tahun
Senin, 14 September 2026, 07.20 WITA


