Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Film Autopsy: Dead Body Can Talk Tampilkan Kehidupan Dokter Forensik Polri

Film Autopsy: Dead Body Can Talk mengangkat perjalanan dokter forensik Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti dengan pendekatan ilmiah dan empati yang mendalam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 04.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Film Autopsy: Dead Body Can Talk Tampilkan Kehidupan Dokter Forensik Polri
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” yang diproduksi oleh Karya Kreatif Utama hadir sebagai representasi visual dari peran krusial dokter forensik dalam sistem keadilan. Melalui kisah inspiratif Brigjen Pol Dr. Sumy Hastry Purwanti, film ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan empati bisa bersinergi dalam proses penyidikan. Sutradara Ozan Ruz menekankan bahwa film ini bukan sekadar narasi fiksi, melainkan ajakan reflektif untuk memahami nilai kepekaan manusia dalam menghadapi kematian.

Setiap adegan dalam film dirancang untuk mengeksplorasi dimensi emosional di balik pemeriksaan jenazah, di mana dokter Hastry tidak hanya mengandalkan data ilmiah, tetapi juga merasakan petunjuk tak terduga yang muncul dari keheningan tubuh. Menurut Ozan, empati bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata—menghentikan sejenak untuk memberi penghormatan dan kebenaran kepada yang tak bisa berbicara lagi. Ia berharap penonton tidak hanya terbawa oleh cerita, tetapi juga terinspirasi untuk menerapkan empati dalam interaksi sehari-hari.

Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, yang turut menjadi eksekutif produser, menegaskan bahwa film ini bertujuan memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya pendekatan berbasis sains dalam penyidikan. Ia menyampaikan bahwa setelah menonton, penonton diharapkan menyadari bahwa forensik bukan hanya soal alat dan teknik, tetapi juga bagian integral dari kepastian hukum dan keadilan. Dengan bukti yang kuat secara ilmiah, kasus bisa diselesaikan secara transparan, dapat diterima masyarakat, dan mendukung kerja penyidik di semua tingkatan.

Dibintangi oleh Masayu Anastasia, Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, dan Ryuka Bunga, film ini menggambarkan perjalanan profesional dan personal dokter forensik yang menjadikan fakta sebagai landasan, namun tetap menjaga hati dalam setiap tindakan. Film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026, menjadi jembatan antara dunia ilmu forensik dan kehidupan nyata masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya