Freeport Bantu Pemulihan NTT Usai Gempa 7,7 Skala Richter
PT Freeport Indonesia salurkan bantuan Rp2,5 miliar dan tim medis untuk meringankan dampak gempa NTT, termasuk pembangunan Huntara dan sekolah darurat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Freeport Indonesia menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana alam dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang, dengan pengiriman dilakukan melalui pesawat yang membawa total beban 1,5 ton.
Distribusi bantuan mencakup wilayah terdampak utama seperti Mbeliling, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. Selain bantuan langsung, perusahaan turut mendukung pembangunan lima hunian sementara dan empat sekolah darurat guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Bantuan terdiri atas 700 paket berupa Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit, yang disalurkan melalui Human Initiative.
Tim tanggap darurat PTFI, yang terdiri dari dokter dan paramedis dari Timika, telah beroperasi sejak 22 Agustus hingga 31 Agustus di lokasi terdampak seperti Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, dan Waso. Mereka memberikan layanan kesehatan kepada hampir 500 pasien, dengan koordinasi langsung melalui posko tanggap darurat Kementerian ESDM. Selain itu, PTFI juga menggalang donasi dari karyawan di berbagai lokasi—Termasuk Tembagapura, Nabire, Gresik, dan Jakarta—yang dilipatgandakan perusahaan sebagai bentuk dukungan kolektif.
Gerakan #PTFIPeduliNTT menjadi wujud nyata solidaritas lintas wilayah, menunjukkan bahwa kepedulian tidak terbatas pada batas geografis. Gubernur NTT menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan PTFI, menyebut bantuan sebagai bentuk gotong royong nyata yang sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan. Bantuan juga disalurkan melalui Palang Merah Indonesia dan Dana Kemanusiaan Kompas, termasuk sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan seberat 1 ton.
Keberhasilan respons PTFI menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung masyarakat di tengah krisis. Sebelumnya, PTFI telah menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera, serta mendukung operasi penyelamatan korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo. Dengan pendekatan kolaboratif, PTFI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat untuk memberikan dampak nyata dalam situasi darurat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


