Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga BBM Naik di Wilayah Sulawesi Tenggara Per 1 September

Harga BBM nonsubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, sementara BBM bersubsidi tetap stabil di angka Rp10.000 per liter.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga BBM Naik di Wilayah Sulawesi Tenggara Per 1 September
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Per 1 September 2026, sejumlah jenis bahan bakar minyak nonsubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara mengalami penyesuaian harga, mencerminkan tren penyesuaian harga yang berlaku secara nasional. Di antaranya, Pertamax Turbo dinaikkan menjadi Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300, sementara Dexlite naik menjadi Rp23.700 per liter, meningkat dari harga sebelumnya Rp19.700. Produk premium lainnya, Pertamina Dex, juga mengalami kenaikan menjadi Rp25.200 per liter, naik dari Rp21.150.

Sementara itu, harga bahan bakar bersubsidi tetap tidak berubah. Pertalite dipertahankan di level Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap di harga Rp6.800 per liter. Produk Pertamax 92 serta Pertamax Green 95 juga tidak mengalami perubahan, sesuai kebijakan yang mempertimbangkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Di sektor SPBU swasta, harga BBM juga mengalami perubahan. BP-AKR menetapkan harga BP 92 sebesar Rp16.130 per liter dan BP Ultimate di Rp16.760 per liter, masing-masing turun dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, BP Ultimate Diesel naik signifikan menjadi Rp25.420 per liter, meningkat dari Rp21.910. Di sisi lain, Vivo mencantumkan harga Revvo 92 sebesar Rp16.130 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel dibanderol Rp25.420 per liter.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi didasarkan pada formula yang ditetapkan pemerintah, mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, beban pajak, serta kondisi ekonomi makro. Pihak Pertamina menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan memperhatikan keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya