Harga Emas di Pegadaian Per Sabtu: Antam Paling Tinggi, UBS dan Galeri24 Jadi Pilihan Alternatif
Harga emas di Pegadaian pada Sabtu menunjukkan Antam di posisi tertinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24, dengan variasi kuantitas penjualan yang berbeda per merek.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 19x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Harga emas pada Sabtu pagi di laman resmi Pegadaian mencatat angka terbaru untuk tiga merek utama, yakni Galeri24, Antam, dan UBS. Per gram, emas Galeri24 dibanderol Rp2.467.000, sementara UBS berada di Rp2.491.000, dan Antam menempati posisi tertinggi dengan harga Rp2.579.000 per gram. Angka-angka ini berlaku pada pukul 11.08 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar.
Perbedaan harga ini tercermin dari variasi kuantitas yang tersedia untuk setiap merek. Galeri24 menawarkan produk mulai dari 0,5 gram hingga maksimal 1.000 gram (1 kilogram), sedangkan UBS hanya tersedia hingga 500 gram. Sementara itu, emas Antam hanya tersedia dalam ukuran maksimal 100 gram, menunjukkan keterbatasan stok per unit. Hal ini memengaruhi pilihan pembeli yang mempertimbangkan kapasitas penyimpanan dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Dalam rentang ukuran kecil, harga per gram tetap menjadi acuan utama. Misalnya, untuk 10 gram, Galeri24 dibanderol Rp24.127.000, UBS Rp24.299.000, dan Antam Rp25.269.000. Pada ukuran 50 gram, selisih harga antara merek terbesar dan terkecil mencapai lebih dari Rp10 juta, menunjukkan perbedaan signifikan dalam nilai investasi per unit berat. Untuk pembeli yang berminat pada jumlah besar, Galeri24 dan UBS menyediakan opsi hingga 500 gram, bahkan hingga 1 kilogram untuk Galeri24.
Meski perbedaan harga terlihat tipis per gram, dampaknya signifikan saat menimbang jumlah besar. Harga emas yang ditampilkan tidak termasuk biaya pengolahan atau premi tambahan dari cabang. Namun, informasi ini tetap menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin melakukan pembelian emas secara fisik melalui jaringan Pegadaian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

