Houthi Kuasai Wilayah Strategis di Pesisir Laut Merah
Pertempuran sengit di Al-Barah dan Maqbanah menyebabkan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi kehilangan kendali atas sejumlah wilayah kunci di sekitar Taiz.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertempuran sengit terjadi sepanjang malam di dua distrik strategis, Al-Barah dan Maqbanah, di pesisir Laut Merah, menandai eskalasi terbaru dalam konflik di wilayah Taiz. Menurut pernyataan dari kepala operasi Brigade Al Nasr, pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kehilangan kendali atas sejumlah wilayah penting di sebelah barat kota tersebut. Kekalahan ini memperkuat posisi gerakan Houthi Ansar Allah yang berhasil merebut sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai pemerintah.
Salah satu titik krusial yang terancam terputus adalah jalur pasokan utama yang menghubungkan wilayah yang dikuasai pemerintah dengan posisi militer di al-Makha dan Taiz. Jika jalur ini benar-benar terputus, maka posisi pasukan pemerintah akan menjadi sangat rentan, terutama dalam hal logistik dan pengadaan senjata. Dengan menguasai wilayah ini, Houthi memiliki peluang besar untuk memperluas kendali dan mempertimbangkan serangan lanjutan guna merebut al-Makha—kota strategis yang berada di kawasan pesisir.
Di front lain, konflik juga memanas di wilayah al-Jawf setelah pasukan pemerintah melancarkan serangan mendadak. Dalam operasi tersebut, divisi militer ke-6 mengarahkan serangan terhadap konsentrasi militer dan gudang senjata Houthi di wilayah selatan dan utara al-Jawf menggunakan drone, peluncur roket, dan berbagai senjata lainnya. Serangan ini menunjukkan upaya pemerintah Yaman untuk menekan kekuatan pemberontak di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah utara negara.
Sejak Kamis lalu, konflik di wilayah pesisir Laut Merah telah menewaskan 81 pejuang dari kedua belah pihak. Angka ini mencerminkan tingginya intensitas pertempuran dan potensi eskalasi lebih lanjut di berbagai front. Para analis memperingatkan bahwa situasi saat ini menunjukkan kecenderungan konflik yang tidak hanya terbatas pada satu wilayah, tetapi menyebar dan memperbesar risiko krisis kemanusiaan serta ketidakstabilan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


