Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Houthi Kuasai Wilayah Strategis di Pesisir Laut Merah

Pertempuran sengit di Al-Barah dan Maqbanah menyebabkan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi kehilangan kendali atas sejumlah wilayah kunci di sekitar Taiz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Houthi Kuasai Wilayah Strategis di Pesisir Laut Merah
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pertempuran sengit terjadi sepanjang malam di dua distrik strategis, Al-Barah dan Maqbanah, di pesisir Laut Merah, menandai eskalasi terbaru dalam konflik di wilayah Taiz. Menurut pernyataan dari kepala operasi Brigade Al Nasr, pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kehilangan kendali atas sejumlah wilayah penting di sebelah barat kota tersebut. Kekalahan ini memperkuat posisi gerakan Houthi Ansar Allah yang berhasil merebut sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai pemerintah.

Salah satu titik krusial yang terancam terputus adalah jalur pasokan utama yang menghubungkan wilayah yang dikuasai pemerintah dengan posisi militer di al-Makha dan Taiz. Jika jalur ini benar-benar terputus, maka posisi pasukan pemerintah akan menjadi sangat rentan, terutama dalam hal logistik dan pengadaan senjata. Dengan menguasai wilayah ini, Houthi memiliki peluang besar untuk memperluas kendali dan mempertimbangkan serangan lanjutan guna merebut al-Makha—kota strategis yang berada di kawasan pesisir.

Di front lain, konflik juga memanas di wilayah al-Jawf setelah pasukan pemerintah melancarkan serangan mendadak. Dalam operasi tersebut, divisi militer ke-6 mengarahkan serangan terhadap konsentrasi militer dan gudang senjata Houthi di wilayah selatan dan utara al-Jawf menggunakan drone, peluncur roket, dan berbagai senjata lainnya. Serangan ini menunjukkan upaya pemerintah Yaman untuk menekan kekuatan pemberontak di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah utara negara.

Sejak Kamis lalu, konflik di wilayah pesisir Laut Merah telah menewaskan 81 pejuang dari kedua belah pihak. Angka ini mencerminkan tingginya intensitas pertempuran dan potensi eskalasi lebih lanjut di berbagai front. Para analis memperingatkan bahwa situasi saat ini menunjukkan kecenderungan konflik yang tidak hanya terbatas pada satu wilayah, tetapi menyebar dan memperbesar risiko krisis kemanusiaan serta ketidakstabilan regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya