Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok Lebih dari 1% di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,33% atau 84,62 poin ke level 6.300,11 akibat tekanan jual merata dan kinerja saham kapitalisasi besar yang melemah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
IHSG Anjlok Lebih dari 1% di Sesi I📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan signifikan pada perdagangan Selasa (22/9/2026), menyusul penurunan lebih dari 1% pada sesi pertama. Awalnya, indeks dibuka menguat di posisi 6.392,34, namun seiring berjalannya waktu, tekanan jual menguasai pasar hingga IHSG berada di level 6.300,11 pada pukul 10:45 WIB, turun 84,62 poin dari posisi sebelumnya. Pergerakan ini menandai kelanjutan tren penurunan yang telah dimulai pada perdagangan sebelumnya, ketika indeks tertutup melemah 0,88% ke 6.384,72.

Kondisi pasar terpantau merata dalam tekanan, dengan mayoritas sektor saham mengalami penurunan. Sektor energi menjadi yang paling terdampak, turun 1,99%, diikuti utilitas (-1,77%), properti (-1,72%), dan konsumer non-primer (-1,52%). Penurunan juga terjadi pada sektor bahan baku (-1,33%), industri (-1,18%), konsumer primer (-0,87%), finansial (-0,84%), serta kesehatan (-0,72%). Kinerja sektor-sektor ini menunjukkan adanya tekanan sistemik terhadap sentimen pasar.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pemicu utama penurunan indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang penurunan terbesar, dengan kontribusi minus 14,6 poin. Diikuti oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menekan indeks 7,74 poin, disusul Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan tekanan 2,98 poin. Telkom Indonesia (TLKM) dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing berkontribusi 2,77 dan 2,45 poin. Saham BCA dan Bumi Resources (BUMI) sama-sama menekan indeks 2,21 poin, sementara Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Impack Pratama Industri (IMPC) masing-masing turun 2,15 dan 2,11 poin.

Di sisi lain, beberapa emiten berhasil memberikan kontribusi positif. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) menjadi saham penopang terbesar dengan kontribusi positif 2,11 poin, diikuti Medco Energi (MEDC) dan Indosat (ISAT) masing-masing 0,38 dan 0,36 poin. Dari total 1.063 saham yang diperdagangkan, 137 menguat, 546 melemah, dan 280 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual.

Pasar global juga turut memengaruhi sentimen, meskipun indeks saham Asia secara umum bergerak positif. KOSPI Korea Selatan naik 1,84%, Nikkei 225 1,38%, dan pasar di Singapura, Taiwan, Malaysia, dan China menguat di kisaran 0,44% hingga 0,84%. Sementara itu, BI memulai Rapat Dewan Gubernur dua hari berturut-turut, dengan pengumuman keputusan suku bunga acuan dijadwalkan pada Rabu (23/9). Pasar mengantisipasi pemertahankan BI Rate di level 5,75%, sesuai dengan hasil RDG Agustus.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya