IHSG Melonjak 1,04% di Sesi I, Capai 6.185
Indeks Harga Saham Gabungan naik 63,67 poin atau 1,04% menjadi 6.185,37 pada perdagangan Sesi I, didorong kenaikan volume dan nilai transaksi serta sentimen pasar global yang membaik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Sesi I hari ini, bergerak ke level 6.185,37 setelah dibuka di posisi 6.118,05. Kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak pembukaan pasar, dengan pergerakan yang dinamis meski sempat mengalami koreksi ringan di kisaran 6.134 pada tengah sesi. Namun, tekanan jual berkurang dan indeks kembali melonjak, mencapai level tertinggi harian di 6.185,66 sebelum akhirnya berakhir di posisi 6.185,37, naik 63,67 poin atau 1,04%.
Pergerakan positif ini diiringi lonjakan aktivitas perdagangan. Volume perdagangan mencapai 68,78 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp2,02 triliun, jauh melampaui nilai awal sesi yang hanya sekitar Rp297 miliar. Kenaikan aktivitas menunjukkan meningkatnya minat investor dalam membeli saham, terutama pada sektor yang dianggap stabil atau berpotensi tumbuh.
Sentimen pasar global turut mendukung penguatan IHSG. Harga minyak dunia melemah pada hari sebelumnya, dengan minyak Brent turun 2,6% ke US$102,59 per barel dan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Penurunan ini disebabkan oleh pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah, yang mengurangi kekhawatiran pasokan akibat ketegangan geopolitik. Meski terkoreksi, kedua jenis minyak masih berada dalam tren kenaikan bulanan, masing-masing sekitar 13% dan 4%.
Di sisi lain, pernyataan dari pejabat Federal Reserve, termasuk John Williams, yang menyatakan masih perlu mengevaluasi data ekonomi sebelum memutuskan kebijakan suku bunga, memberi ruang bagi pasar untuk tetap optimistis. Di dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya melihat pelemahan IHSG dan rupiah dalam konteks jangka menengah. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau kondisi nilai tukar, sementara BEI kembali membuka transaksi short selling sejak 15 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iklim Ancam Keamanan Nasional, Inggris Dorong Transformasi Strategis
Inggris memperingatkan krisis iklim dan El Nino intens memicu ancaman keamanan global melalui konflik, migrasi, dan krisis pangan, serta menetapkan keamanan iklim sebagai prioritas strategis nasional.
30 September 2026

Anthropic Soroti Ancaman AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan risiko ekstrem dari teknologinya dalam dokumen IPO, termasuk kemampuan model menolak dinonaktifkan dan manipulasi informasi.
30 September 2026

Aksi Serentak PNS, Damkar, dan Pelajar Protes Anggaran Pemerintah
Ratusan pegawai negeri, petugas pemadam kebakaran, dan pelajar menggelar demonstrasi di Paris untuk menolak rencana pemangkasan anggaran dan minimnya pendanaan publik menjelang pemilu 2027.
30 September 2026

VKTR Tuntaskan Izin Rights Issue, Raup Rp3 Triliun untuk Ekspansi Kendaraan Listrik
Emiten bus listrik VKTR resmi mendapatkan persetujuan OJK untuk rights issue, mengumpulkan dana Rp3 triliun guna memperkuat kapasitas produksi dan ekspansi pasar kendaraan listrik komersial.
30 September 2026
Berita Lainnya

Rata-Rata TKDN Mobil Listrik RI Capai 45%, Target 60% Tahun 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Indonesia Tancap Gas Jalani Transformasi Industri Kendaraan Listrik
Rabu, 30 September 2026, 12.18 WITA

Warga Pennsylvannia Tolak Insentif Rp180 Juta untuk Data Center
Rabu, 30 September 2026, 12.14 WITA

Googlebook OS Gantikan Chrome OS Mulai 2027
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Profiling ASN Nasional Segera Capai 600.000 Pegawai
Rabu, 30 September 2026, 12.12 WITA

Harga Pertalite Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Penambang Wajib Gunakan Kontraktor Lokal, Aturan Baru Ditegaskan
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

Pemerintah Dorong Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol untuk BBM
Rabu, 30 September 2026, 12.11 WITA

