Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak 1,04% di Sesi I, Capai 6.185

Indeks Harga Saham Gabungan naik 63,67 poin atau 1,04% menjadi 6.185,37 pada perdagangan Sesi I, didorong kenaikan volume dan nilai transaksi serta sentimen pasar global yang membaik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melonjak 1,04% di Sesi I, Capai 6.185📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Sesi I hari ini, bergerak ke level 6.185,37 setelah dibuka di posisi 6.118,05. Kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak pembukaan pasar, dengan pergerakan yang dinamis meski sempat mengalami koreksi ringan di kisaran 6.134 pada tengah sesi. Namun, tekanan jual berkurang dan indeks kembali melonjak, mencapai level tertinggi harian di 6.185,66 sebelum akhirnya berakhir di posisi 6.185,37, naik 63,67 poin atau 1,04%.

Pergerakan positif ini diiringi lonjakan aktivitas perdagangan. Volume perdagangan mencapai 68,78 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp2,02 triliun, jauh melampaui nilai awal sesi yang hanya sekitar Rp297 miliar. Kenaikan aktivitas menunjukkan meningkatnya minat investor dalam membeli saham, terutama pada sektor yang dianggap stabil atau berpotensi tumbuh.

Sentimen pasar global turut mendukung penguatan IHSG. Harga minyak dunia melemah pada hari sebelumnya, dengan minyak Brent turun 2,6% ke US$102,59 per barel dan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Penurunan ini disebabkan oleh pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah, yang mengurangi kekhawatiran pasokan akibat ketegangan geopolitik. Meski terkoreksi, kedua jenis minyak masih berada dalam tren kenaikan bulanan, masing-masing sekitar 13% dan 4%.

Di sisi lain, pernyataan dari pejabat Federal Reserve, termasuk John Williams, yang menyatakan masih perlu mengevaluasi data ekonomi sebelum memutuskan kebijakan suku bunga, memberi ruang bagi pasar untuk tetap optimistis. Di dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya melihat pelemahan IHSG dan rupiah dalam konteks jangka menengah. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau kondisi nilai tukar, sementara BEI kembali membuka transaksi short selling sejak 15 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya