IHSG Naik 0,95% ke Level 5.439 di Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 51,35 poin atau 0,95% menjadi 5.439 pada perdagangan Jumat, didukung aktivitas investor dan kenaikan mayoritas sektor.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 28x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan perdagangan dengan kenaikan signifikan, berakhir di level 5.439 pada Jumat (23/10) sore. Penguatan ini mencatatkan kenaikan sebesar 51,35 poin atau setara 0,95% dibanding penutupan sebelumnya, menunjukkan sentimen positif di pasar modal domestik. Volume perdagangan mencapai 43,93 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp16,19 triliun, menggambarkan tingginya minat investor dalam aktivitas perdagangan akhir pekan.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 477 saham menguat, 187 saham mengalami penurunan, sementara 129 lainnya bergerak stagnan. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama menguat, dengan sektor barang konsumen non primer menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan mencapai 3,24%. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang bergerak negatif, turun 0,15%.
Di tingkat regional, pasar saham Asia mayoritas bergerak menguat. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,69%, indeks Straits Times di Singapura melonjak 0,07%, dan indeks Shanghai Composite di Tiongkok meroket 0,89%. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,34%. Di Eropa, bursa saham mengalami tekanan, dengan indeks DAX di Jerman turun 0,46% dan FTSE 100 di Inggris melemah 0,06%. Di Amerika Serikat, pasar saham cenderung merah, dengan indeks S&P 500 turun 1,21%, NASDAQ Composite melemah 2,60%, meski Dow Jones menguat tipis 0,02%.
Kenaikan IHSG akhir pekan ini mencerminkan kembali kepercayaan investor terhadap pasar domestik, meskipun tekanan dari pasar global masih ada. Kondisi ini menunjukkan ketahanan pasar Indonesia terhadap volatilitas eksternal, sekaligus mencerminkan dinamika perdagangan yang aktif dan seimbang di akhir pekan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

