Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Baterai dari Hulu ke Hilir
Indonesia berpotensi menjadi pemain utama industri baterai global, tetapi perlu perbaikan regulasi dan visibilitas permintaan untuk menopang pertumbuhan ekosistem yang komprehensif.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini menunjukkan momentum kuat dalam transformasi ekosistem baterai listrik, dengan berbagai fasilitas produksi mulai dari cell hingga perakit baterai yang mulai berkembang pesat. Kehadiran infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk memposisikan negara sebagai bagian krusial dari rantai pasok global, terutama dengan kekayaan cadangan nikel yang melimpah. Namun, tantangan utama bukan lagi pada kapasitas produksi, melainkan pada konsistensi permintaan dan kesiapan regulasi pendukung.
Kepemimpinan dalam sektor ini diperkuat melalui kolaborasi antar lembaga dan pelaku industri, yang menekankan perlunya keamanan dan keberlanjutan sebagai pilar utama. Menurut perwakilan asosiasi, aspek keamanan baterai—terutama untuk kendaraan listrik—harus dijamin melalui standar nasional yang diperkuat, termasuk pengujian yang berbasis SNI. Upaya saat ini masih bersifat sukarela, namun diharapkan dapat diubah menjadi kewajiban secara hukum untuk membangun kepercayaan publik.
Di samping itu, pengembangan ekosistem baterai juga harus mencakup sisi daur ulang dan pemanfaatan ulang (second line application). Saat ini, regulasi terkait daur ulang belum sepenuhnya tersedia, padahal hal ini krusial untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya. Dengan membangun sistem recycling, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku dan meningkatkan nilai tambah dalam rantai produksi.
Pasar baterai tak terbatas pada mobil listrik dan pembangkit tenaga surya, melainkan juga tumbuh pesat di sektor data center. Seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan robotika, permintaan energi penyimpanan pun meningkat. Indonesia kini menjadi destinasi strategis bagi pengembangan pusat data, yang membutuhkan sistem penyimpanan energi andal.
Untuk mempercepat transformasi ini, diperlukan sinergi lintas sektor—dari kementerian energi, lingkungan, perindustrian, hingga perhubungan—serta keterlibatan akademisi dan peneliti. Kolaborasi pentahelix ini menjadi kunci untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi dan inovasi. Acara Energy Week, bagian dari IEE Series 2026, diharapkan menjadi platform strategis bagi semua pemangku kepentingan untuk menyepakati langkah konkret dan kebijakan yang lebih kondusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


