Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Baterai dari Hulu ke Hilir

Indonesia berpotensi menjadi pemain utama industri baterai global, tetapi perlu perbaikan regulasi dan visibilitas permintaan untuk menopang pertumbuhan ekosistem yang komprehensif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Baterai dari Hulu ke Hilir
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini menunjukkan momentum kuat dalam transformasi ekosistem baterai listrik, dengan berbagai fasilitas produksi mulai dari cell hingga perakit baterai yang mulai berkembang pesat. Kehadiran infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk memposisikan negara sebagai bagian krusial dari rantai pasok global, terutama dengan kekayaan cadangan nikel yang melimpah. Namun, tantangan utama bukan lagi pada kapasitas produksi, melainkan pada konsistensi permintaan dan kesiapan regulasi pendukung.

Kepemimpinan dalam sektor ini diperkuat melalui kolaborasi antar lembaga dan pelaku industri, yang menekankan perlunya keamanan dan keberlanjutan sebagai pilar utama. Menurut perwakilan asosiasi, aspek keamanan baterai—terutama untuk kendaraan listrik—harus dijamin melalui standar nasional yang diperkuat, termasuk pengujian yang berbasis SNI. Upaya saat ini masih bersifat sukarela, namun diharapkan dapat diubah menjadi kewajiban secara hukum untuk membangun kepercayaan publik.

Di samping itu, pengembangan ekosistem baterai juga harus mencakup sisi daur ulang dan pemanfaatan ulang (second line application). Saat ini, regulasi terkait daur ulang belum sepenuhnya tersedia, padahal hal ini krusial untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya. Dengan membangun sistem recycling, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku dan meningkatkan nilai tambah dalam rantai produksi.

Pasar baterai tak terbatas pada mobil listrik dan pembangkit tenaga surya, melainkan juga tumbuh pesat di sektor data center. Seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan robotika, permintaan energi penyimpanan pun meningkat. Indonesia kini menjadi destinasi strategis bagi pengembangan pusat data, yang membutuhkan sistem penyimpanan energi andal.

Untuk mempercepat transformasi ini, diperlukan sinergi lintas sektor—dari kementerian energi, lingkungan, perindustrian, hingga perhubungan—serta keterlibatan akademisi dan peneliti. Kolaborasi pentahelix ini menjadi kunci untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi dan inovasi. Acara Energy Week, bagian dari IEE Series 2026, diharapkan menjadi platform strategis bagi semua pemangku kepentingan untuk menyepakati langkah konkret dan kebijakan yang lebih kondusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya