Iran Dorong Kembali ke MoU Damai dengan AS Jelang Pertemuan Putin
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapan negaranya memenuhi MoU damai dengan AS jika Washington kembali pada komitmen Juni lalu, menyusul ketegangan di Selat Hormuz dan pertemuan dengan Putin.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan tegas mengenai kesediaan negaranya untuk kembali menjalankan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat, sejalan dengan komitmen yang telah disepakati pada bulan Juni. Pernyataan ini disampaikan dalam rilis resmi dari situs kepresidenan Iran, menekankan bahwa langkah Iran akan segera diambil jika AS menunjukkan keinginan serupa untuk memulihkan kesepakatan yang sempat menghentikan tensi militer. Pezeshkian menegaskan bahwa keberlanjutan proses damai bergantung pada kepatuhan AS terhadap komitmen yang telah ditandatangani.
Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengimbau Washington untuk kembali pada kesepakatan yang dibuat di era Presiden Donald Trump. Ia menilai bahwa jika AS memilih untuk mengembalikan kerangka perjanjian tersebut, seluruh dinamika hubungan bisa dipulihkan ke jalur yang lebih stabil. Kedua pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik di Selat Hormuz, yang kembali menjadi area tensi tinggi dalam enam bulan terakhir akibat serangan militer oleh AS dan sekutunya, termasuk Israel, pada akhir Februari lalu.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran menutup akses melalui Selat Hormuz, memicu ketegangan berkelanjutan dalam rute pelayaran internasional. Sejak saat itu, konfrontasi militer terus berlangsung, menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi global. Pernyataan Pezeshkian hadir sebagai upaya diplomasi yang menekankan kembali opsi dialog, meskipun secara praktis situasi militer tetap memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan bilateral antara Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang akan berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September dalam kerangka Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organisation (SCO) ke-26. Meskipun SCO dikenal lebih fokus pada isu ekonomi, organisasi ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam dimensi diplomasi strategis, terutama di bawah pengaruh Moskow dan Beijing. Anggota tetap SCO berjumlah 10 negara, dengan 15 mitra dialog termasuk Arab Saudi, Turki, dan Qatar, serta dua negara pengamat, Afghanistan dan Mongolia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


