Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Janjikan Balasan Tak Terlupakan untuk Serangan AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan balasan tegas terhadap AS pasca serangan rudal yang menewaskan empat warga, termasuk anak kecil, di acara pernikahan di Hormozgan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Janjikan Balasan Tak Terlupakan untuk Serangan AS
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan rudal militer Amerika Serikat menghantam sebuah rumah di kawasan Kuhestak, dekat kota Sirik, Provinsi Hormozgan, pada Selasa (1/9), saat sedang berlangsung acara pernikahan. Insiden itu menewaskan empat orang, termasuk seorang balita, serta melukai lebih dari lima puluh lainnya. Serpihan rudal tersebut disebut menghantam bangunan warga yang sedang penuh dengan tamu.

Menanggapi kejadian tersebut, Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menyatakan bahwa bangsa Iran dan poros perlawanan akan memberikan hukuman yang tak terlupakan bagi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi, dengan menekankan bahwa AS akan menyesali tindakannya di masa depan. Pernyataan itu disampaikan berdasarkan laporan dari media Tasnim.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ikut mengonfirmasi komitmen untuk menanggapi serangan dengan tindakan balasan. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, menyatakan bahwa para agresor akan menyesali tindakan mereka, sambil menegaskan bahwa hukuman berat menanti pihak yang bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa keberadaan militer AS di wilayah regional menjadi target strategis dalam konteks kembali menunjukkan kekuatan Iran.

Dalam respons militer, Iran melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Yordania, serta Erbil, wilayah otonom Kurdistan di Irak. IRGC mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan pusat pemeliharaan, gudang militer, dan sistem pemandu aerostat pengintai militer AS di Erbil, sebagai bagian dari strategi menekan kehadiran militer Barat di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya